Diduga Disabotase, Dua Kapal Tanker Saudi Rusak

Diduga Disabotase, Dua Kapal Tanker Saudi Rusak
Para wartawan mengambil gambar dari kapal tanker minyak Saudi Al-Marzoqah, di lepas pantai Teluk Fujairah, Uni Emirat Arab, Senin (13/5/2019). Al Marzoqah adalah salah satu dari empat kapal tanker yang rusak dalam dugaan "serangan sabotase" di Teluk. ( Foto: AFP / Dewan Media Nasional Emirati )
Unggul Wirawan / JAI Selasa, 14 Mei 2019 | 13:56 WIB

Fujairah, Beritasatu.com - Empat kapal tanker minyak, dua diantaranya milik Arab Saudi, mengalami kerusakan diduga karena sabotase misterius di perairan Uni Emirat Arab (UEA), pada Minggu (12/5/2019). Sabotase tersebut semakin memperburuk ketegangan di kawasan Teluk, seiring konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Hingga Senin (13/5/2019), baik Arab Saudi maupun UEA tidak memberikan rincian tentang bentuk sabotase atau menuduh pihak yang bertanggung jawab.

Menteri Energi Saudi, Khalid al-Falih, mengatakan dua kapal tanker kerajaan itu mengalami "kerusakan signifikan" tetapi tidak ada korban atau tumpahan minyak.

Seorang pejabat pemerintah UEA mengatakan kapal tanker minyak Saudi Al-Marzoqah dan Amjad mengalami serangan di pelabuhan Fujairah bersama dengan kapal tanker Norwegia Andrea Victory dan kapal Emirati, A. Michel.

Manajer Andrea Victory, Thome Group, mengatakan kapal tanker itu berlubang di daerah lambung kapal "setelah disambar benda tak dikenal di perairan. Beruntung para kru tidak terluka dan kapal itu tidak menimbulkan bahaya tenggelam.

Menteri Luar Negeri UEA untuk urusan luar negeri, Anwar Gargash, mengatakan Emirat akan menyelidiki "sabotase yang disengaja" atas kapal-kapal itu.

Saat ini, pelabuhan Fujairah adalah satu-satunya terminal Emirat yang terletak di pantai Laut Arab, melewati Selat Hormuz, yang dilewati sebagian besar jalur ekspor minyak Teluk.

Iran telah berulang kali mengancam akan menutup selat jika terjadi konfrontasi militer dengan Amerika Serikat.

"Jika, dan peristiwa ini adalah 'JIKA', benar-benar ada upaya yang disengaja untuk merusak tanker minyak, maka itu mungkin peringatan dari Iran tentang konsekuensi siapa pun yang mengambil tindakan militer terhadap target Iran di mana saja di kawasan itu," kata analis Timur Tengah, Neil Partrick.

Harga minyak naik di pasar dunia pada Senin (13/5) dengan patokan minyak mentah Brent North Sea naik 1,6 persen menjadi US $ 71,74 per barel di London.



Sumber: Suara Pembaruan/AFP/CNN