Iran Prihatin dengan Dugaan Sabotase Kapal Tanker Saudi

Iran Prihatin dengan Dugaan Sabotase Kapal Tanker Saudi
Seyyed Abbas Mousav ( Foto: Istimewa )
Unggul Wirawan / JAI Selasa, 14 Mei 2019 | 15:13 WIB

Teheran, Beritasatu.com - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Mousavi, mengatakan keprihatinan atas kerusakan empat kapal tanker di kawasan Teluk yang diduga akibat sabotase. 

Seyyed Abbas Mousavi menyebut hal itu sebagai insiden yang "mengkhawatirkan dan disesalkan" dan memperingatkan kemungkinan plot-plot untuk mengganggu keamanan regional.

“Iran menyerukan kewaspadaan negara-negara regional dalam menghadapi petualangan apa pun oleh unsur-unsur asing,” kata Seyyed Abbas Mousavi, di Teheran, Iran, Senin (13/5/2019).

Satu sumber kementerian luar negeri Arab Saudi yang merupakan musuh bebuyutan regional republik Islam Iran mengutuk "tindakan sabotase yang menargetkan kapal komersial dan sipil di dekat perairan teritorial Uni Emirat Arab".

“Tindakan kriminal ini merupakan ancaman serius bagi keamanan dan keselamatan navigasi maritim dan berdampak buruk bagi perdamaian dan keamanan regional dan internasional,” tambah sumber itu.

Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang beranggotakan enam negara - yang meliputi Arab Saudi dan UEA - serta Liga Arab mengutuk insiden hari Minggu.

“Ini adalah eskalasi berbahaya yang mewakili niat jahat oleh orang-orang yang merencanakan dan melaksanakan operasi ini,” kata Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif al-Zayani.

Ketua Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, mengatakan tindakan kriminal sabotase itu adalah pelanggaran berbahaya terhadap kebebasan dan keamanan perdagangan di kawasan Teluk, khususnya perdagagan minyak.

Hampir semua ekspor minyak Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar dan Iran sendiri, setidaknya 15 juta barel per hari, dikirimkan melalui Selat Hormuz.

UEA sebelumnya dengan tegas membantah laporan di media sosial tentang ledakan besar-besaran di kapal tanker minyak di lepas pantai Fujairah. Kondisi pelabuhan Fujairah pada Senin tampak tenang tanpa ada tanda-tanda kerusakan.

Empat kapal, termasuk dua kapal tanker minyak Arab Saudi, dilaporkan mengalami kerusakan dalam "serangan sabotase" misterius di perairan Uni Emirat Arab, pada Minggu (12/5/2019). Sabotase ini semakin memperburuk ketegangan Teluk, ketika terjadi di tengah kebuntuan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait perjanjian nuklir Iran.

Kapal tanker yang dilaporkan rusak di Pelabuhan Fujairah antara lain, kapal Saudi Al-Marzoqah dan Amjad, kemudian kapal tanker Norwegia Andrea Victory dan kapal Emirati, A. Michel.



Sumber: Suara Pembaruan/AFP/CNN