Petinggi OIR Bantah Klaim AS tentang Ancaman Iran

Petinggi OIR Bantah Klaim AS tentang Ancaman Iran
Mayor Jenderal Christopher Ghika (kanan), wakil komandan Operation Inherent Resolve (OIR), koalisi yang melakukan operasi kontra-teroris terhadap kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). ( Foto: Istimewa )
Jeany Aipassa / JAI Rabu, 15 Mei 2019 | 14:24 WIB

Baghdad, Beritasatu.com - Petinggi Operation Inherent Resolve (OIR), membantah klaim Amerika Serikat (AS) tentang ancaman militer Iran yang meningkat di kawasan Timur Tengah.

OIR adalah koalisi yang melakukan operasi kontra-teroris terhadap kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) atau koalisi anti-ISIS, yang berbasis di Baghdad, Irak.

“Tidak ada ancaman yang meningat dari pasukan yang didukung Iran di Irak dan Suriah,” kata wakil komandan OIR, Mayor Jenderal Christopher Ghika dari Inggris, dalam konferensi video langsung dari Baghdad ke Pentagon, AS, Selasa (14/5/2019).

Milisi Syiah di Irak secara kolektif dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), dan memiliki ikatan kekuatan yang berbeda-beda ke Iran.

Dalam pengarahannya dari Baghdad kepada Pentagon, Selasa *14/5/2019), Christopher Ghika mengatakan, pihaknya tidak melihat perubahan pada postur atau pergerakan PMF, meskipun konflik AS-Iran meningkat akhir-akhir ini.

“Tentu saja PMF adalah moniker untuk kelompok yang sangat luas. Jadi saya pikir penting untuk mengatakan bahwa banyak dari mereka yang patuh dan kami tidak melihat perubahan pada postur itu sejak pertukaran baru-baru ini antara Amerika Serikat dan Iran. Dan kami berharap itu akan berlanjut," ujar Christopher Ghika.

Menurut Christopher Ghika, OIR menyadari ketegagan yang meningkat di kawasan itu, dan terus memantau setiap perkembangan, melalui koordinasi bersama dengan jajaran lainnya.

Christopher Ghika juga memperingatkan semua untuk berhati-hati dalam membuat klaim yang dapat memicu ketegangan bahkan perang di kawasan itu.

“Kami terus memantau kelompok-kelompok milisi Syiah. Saya pikir Anda merujuk dengan hati-hati dan jika tingkat ancaman tampaknya meningkat, maka kami akan meningkatkan langkah-langkah perlindungan pasukan kami," ujar Christopher Ghika.

Namun pada Selasa malam, Komando Pusat AS yang wilayah operasinya meliputi Timur Tengah dan Afghanistan, mengeluarkan pernyataan yang membantah komentar Christopher Ghika.

Disebutkan bahwa Komando Pusat AS bersama OIR telah meningkatkan postur pasukan dan OIR kini berada dalam tingkat siaga tinggi untuk mengantisipasi ancaman keamanan terhadap pasukan AS di Irak.

"Komentar baru-baru ini dari wakil komandan OIR bertentangan dengan ancaman kredibel yang diidentifikasi tersedia untuk intelijen dari AS dan sekutu mengenai pasukan yang didukung Iran di kawasan itu," bunyi pernyataan Komando Pusat AS.

Teguran mencolok dari Komando Pusat AS tersebut memicu kontroversi karena Pusat Komando AS seolah menganggap Christopher Ghika tidak mengetahui keadaan siaga pasukannya sendiri. Padahal, Christopher Ghika kerapkali diwawancara sebagai nara sumber terkait dengan ancaman milisi Syiah di Suriah dan Irak.



Sumber: Suara Pembaruan