Raja Yordania Dukung Negara Palestina

Raja Yordania Dukung Negara Palestina
Abdullah II ( Foto: AFP/Istana Kerajaan Yordania / Yousef Allan )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 31 Mei 2019 | 11:40 WIB

Amman, Beritasatu.com- Raja Yordania Abdullah II telah mengatakan kepada penasihat senior Presiden AS Donald Trump yakni Jared Kushner bahwa perdamaian Timur Tengah yang abadi hanya dapat terjadi dengan penciptaan negara Palestina di tanah yang direbut oleh Israel dalam perang 1967.

Satu pernyataan istana menyatakan sang raja telah sangat prihatin dengan rencana AS yang masih rahasia untuk mengakhiri konflik Arab-Israel. Raja mengatakan kepada Kushner Israel harus menarik diri dari Tepi Barat yang diduduki, yang ditangkap Israel dalam perang Arab-Israel 1967.

"Yang Mulia menekankan perlunya perdamaian yang komprehensif dan abadi yang didasarkan pada solusi dua negara, yang mengarah ke negara Palestina merdeka pada 4 Juni 1967 sejalan dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," bunyi pernyataan istana.

Kushner memimpin delegasi AS ke Timur Tengah minggu ini mencari dukungan untuk "lokakarya" ekonomi akhir Juni di Manama, Bahrain, di mana Kushner diatur untuk mengungkap bagian pertama dari rencana perdamaian Israel-Palestina yang ditunggu-tunggu Trump.

Jordan khawatir rencana itu dapat memupuskan solusi dua negara yakni formula AS dan internasional lama yang mempertimbangkan negara Palestina merdeka bersama Israel di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Gaza.

Gedung Putih diperkirakan akan mempresentasikan rencana lengkapnya sedini mungkin pada bulan depan.

Palestina telah memboikot pemerintahan Trump sejak pengakuannya atas Yerusalem pada tahun 2017 sebagai ibu kota Israel. Palestina juga menolak rencana AS karena sangat bias terhadap mereka.



Sumber: Suara Pembaruan