Raja Saudi Desak Dunia Hentikan Iran

Raja Saudi Desak Dunia Hentikan Iran
Raja Saudi Salman bin Abdulaziz menghadiri pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang diadakan di Istana Kerajaan al-Safa di kota suci Saudi, Saudi Arabia. Mekah, Jumat (31/5/2019). ( Foto: AFP / Istana Kerajaan Arab Saudi )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 1 Juni 2019 | 09:27 WIB

Mekkah, Beritasatu.com- Raja Arab Saudi Salman Abdul Aziz mengecam Iran atas agresi di Teluk Arab. Salman mendesak masyarakat internasional untuk menggunakan segala cara untuk menghentikan Teheran dari campur tangan regional.

Arab Saudi menyampaikan pesan kuat kepada Iran bahwa program nuklir dan misilnya merupakan ancaman bagi stabilitas global. Saudi juga menuduh Teheran mengatur serangkaian serangan terhadap aset minyak di Teluk.

Berbicara kepada para pemimpin Arab dan Muslim Kamis (30/5) malam pada satu pertemuan darurat di Mekah, Raja Saudi Salman Abdul Aziz mendesak masyarakat internasional untuk "menggunakan segala cara untuk menghentikan Iran dari campur tangan dalam urusan negara lain".

Raja mengatakan tindakan Teheran mengancam perdagangan maritim internasional dan pasokan minyak global dalam "pelanggaran mencolok terhadap perjanjian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

"Ini adalah agresi telanjang terhadap stabilitas dan keamanan internasional kami. Tindakan kriminal Iran baru-baru ini mengharuskan kita semua bekerja serius untuk menjaga keamanan negara-negara GCC [Dewan Kerja Sama Teluk]," kata penguasa Saudi itu kepada para pejabat yang berkumpul.

Arab Saudi segera mengadakan pertemuan tiga hari di Mekah sebagai tanggapan atas lonjakan ketegangan dengan saingan utamanya, Iran. Dengan cepat, Salman dapat mengajak para pemimpin regional dan kepala negara ke Mekah. Hal ini mencerminkan kapasitas kerajaan di wilayah tersebut, dan keinginannya untuk memproyeksikan posisi terpadu di Iran.

Dalam pidato pembukaan, Menteri Luar Negeri Saudi Ibrahim al-Assaf mengatakan dugaan sabotase kapal tanker minyak di lepas pantai Uni Emirat Arab dan dengung serangan terhadap pipa minyak Saudi oleh pemberontak Yaman Houthi dalam beberapa pekan terakhir. Tindakan itu telah mengancam ekonomi global dan membahayakan regional dan keamanan internasional.



Sumber: Suara Pembaruan