Perpaduan Budaya Warnai Kota Makkah Saat Jemaah Rayakan Idulfitri

Perpaduan Budaya Warnai Kota Makkah Saat Jemaah Rayakan Idulfitri
Para jemaah merayakan Idulfitri bersama keluarga di Makkah, Arab Saudi. ( Foto: Arabnews / Tariq Al-Thaqafi )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 5 Juni 2019 | 09:37 WIB

Makkah, Beritasatu.com- Lapangan di sekitar Masjid Suci Makkah berubah menjadi pemandangan penuh warna, karena jemaah haji dari seluruh dunia menghabiskan Idulfitri di salah satu kota paling suci bagi umat Islam.

Seperti dilaporkan ArabNews, Rabu (5/6), anak-anak dapat terlihat mengenakan campuran pakaian tradisional Saudi, dengan anak laki-laki muda mencoba menguraikan cara mengenakan ghutra (hiasan kepala) tradisional.

Jemaah India Mohammed Raihan mengatakan jemaah India sangat ingin mengenakan pakaian tradisional saat Idulfitri. Dia pun mengenakan pakaian elegan yang kaya warna, meskipun rekan-rekannya lebih suka "Kurta Pajama," pakaian putih India resmi bagi mayoritas Muslim negara bagian Kerala di negara bagian Kerala.

India Mohammed Atif mencatat bahwa tahun ini adalah Idulfitri pertamanya yang dihabiskan di luar negeri. Dia merasa sangat berbeda dalam hal rasa persaudaraan dan cinta di antara tempat percampuran orang-orang, tradisi, budaya, dan kebangsaan.

Lain lagi penuturan Yaqoob Mohamed Abdullah, dari Niger. Dia mengatakan bahwa pakaian tradisionalnya terdiri dari tiga potong setelan yakni celana, topi dan kemeja. Dia menjelaskan bahwa warisan Afrika adalah tentang warna-warna terang sebagai ekspresi dari pentingnya acara tersebut.

Ada juga Zakia Hajji dari Nigeria. Dia memastikan untuk memakai pakaian tradisionalnya yang terdiri dari ikat kepala hijau dengan bordir mengkilap di atasnya, dan jubah panjang dan longgar. Pakaian tradisional, kata Zakia, sangat penting, karena pria dan wanita sama-sama memahami makna dan pentingnya merayakan Idul Fitri.

Fatima, dari Malaysia, menyatakan bahwa banyak wanita Muslim mengenakan celana panjang, rok dan selendang, dan bahwa wanita Melayu berbeda dalam hal selera dari orang India yang lebih suka memakai sari dan salwar, sedangkan pria mengenakan "Kurta Pajama."

Kota-kota Mekah dan Madinah memiliki sejarah panjang dalam menerima jemaah, dengan banyak adat dan tradisi dari negara asal masih melekat dan dipertahankan untuk dinikmati.

Restoran Indonesia, Afrika, India, Afghanistan, dan Pakistan serta toko-toko khusus lainnya, dapat ditemukan tersebar di kota-kota bagi para jemaah untuk mengunjungi dan membeli barang-barang yang mengingatkan mereka pada kampung halaman.



Sumber: Suara Pembaruan