Lebih dari 2 Juta Jemaah Mulai Ibadah Haji

Lebih dari 2 Juta Jemaah Mulai Ibadah Haji
Para jemaah menunggu waktu salat di Masjidil Haram di kota suci Makkah Arab Saudi, Kamis (8/8/2019) sebelum dimulainya pelaksanaan ibadah haji. ( Foto: AFP / FETHI BELAID )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 10 Agustus 2019 | 11:31 WIB

Makkah, Beritasatu.com - Lebih dari dua juta umat Islam memulai haji tahunan pada Jumat (9/8) ketika tuan rumah Arab Saudi berupaya untuk menghapus isu politisasi ibadah akibat ketegangan Teluk yang membara.

Secara total, menurut media Saudi, ada sekitar 2,5 juta jemaah haji yang mayoritas dari luar negeri, akan melakukan ibadah haji tahun 2019.

"Lebih dari 1,8 juta visa dikirimkan secara daring tanpa perlu perantara. Ini sudah sukses," kata pejabat kementerian haji Saudi, Hatim bin Hassan Qadi.

Dibangun di lembah gurun, Makkah adalah tempat bagi Ka'bah, struktur kubus yang merupakan titik fokus Islam dan terbungkus kain hitam bersulam emas.

"Kami merasa dibersihkan dengan mencapai pilar Islam ini dan bertemu orang-orang dari seluruh dunia. Ini luar biasa," kata Mohamed Jaafar, seorang jemaah Mesir berusia 40 tahun.

Kaum Muslim di seluruh dunia berdoa ke arah Ka'bah, yang terletak di Masjidil Haram, dan para peziarah berjalan di sekitarnya sebanyak tujuh kali.

Wilayah Mina yang dikelilingi pegunungan berbatu dan ditransformasikan setiap tahun menjadi satu perkemahan luas bagi para pjemaah.

"Sebanyak 350.000 tenda ber-AC telah didirikan," kata seorang pejabat Saudi.

Ibadah haji tahun ini berlangsung dengan latar belakang ketegangan Teluk menyusul serangkaian serangan terhadap kapal tanker, jatuhnya pesawat nirawak dan perebutan kapal.

Riyadh menyalahkan musuh regional Teheran atas serangan terhadap pelayaran komersial, tuduhan yang sudah dibantah Iran.

Menurut kantor berita Tasnim Iran, meskipun tidak ada hubungan diplomatik antara kedua negara, sekitar 88.550 jemaah haji Iran mengambil bagian dalam haji tahun 2019.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah Saudi bersusah payah menekankan bahwa ibadah haji adalah acara keagamaan dan berupaya mencegah politisasi.

Riyadh menegaskan embargo dua tahun terhadap Doha yang mencakup pembatasan  warga Qatar melakukan perjalanan ke kerajaan Saudi, tidak akan memeengaruhi  ibadah haji.

Namun pejabat haji Hassan Qadi mengakui "sangat sedikit warga Qatar yang datang ke Makkah untuk naik haji".



Sumber: Suara Pembaruan