Netanyahu Janji Aneksasi Sebagian Tepi Barat Jika Terpilih Lagi

Netanyahu Janji Aneksasi Sebagian Tepi Barat Jika Terpilih Lagi
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, Yerusalem Rabu (11/9//2019). ( Foto: AFP / Gil COHEN-MAGEN )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 12 September 2019 | 21:21 WIB

Tel Aviv, Beritasatu.com- Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berjanji akan mencaplok (aneksasi) sebagian besar wilayah di Tepi Barat yang juga bagian dari wilayah Palestina, jika dia berhasil terpilih lagi dalam pemilu parlemen tanggal 17 September 2019.

Netanyahu mengisyaratkan langkahnya untuk menguasai sepertiga Tepi Barat secara permanen, mungkin disetujui oleh Amerika Serikat (AS).

“Saya menunggu untuk melakukan koordinasi maksimum dengan Trump (Presiden AS Donald Trump),” katanya lewat siaran televisi secara langsung, Selasa (10/9) malam.

Netanyahu mengatakan presiden AS kemungkinan akan menyampaikan rencana perdamaian Timur Tengah yang mendapatkan banyak pujian. Para pejabat AS menyebut rencana itu tidak akan memasukkan negara Palestina. Netanyahu juga menjanjikan hal itu tidak akan pernah terjadi.

Wilayah yang akan dicaplok yaitu Lembah Yordan, mencakup sepertiga Tepi Barat yang diduduki Israel dalam perang tahun 1967. Sekitar 65.000 warga Palestina tinggal di sana, besama kurang dari 10.000 warga Israel yang tersebar di permukiman-permukiman yang dianggap ilegal oleh masyarakat internasional.

Janji kampanye itu dilakukan Netanyahu untuk memenangkan upaya politiknya dan seruan kepada pendukungnya dari sayap kanan. Saat memberi pengumuman, Netanyahu berdiri di depan satu peta besar yang menunjukkan kedaulatan Israel meluas ke sebagian besar Lembah Yordan.

Presiden AS, Trump, telah menjadi pendukung kuat Netanyahu sejak menjabat di Gedung Putih pada 2017. Pemerintahannya diharapkan menyelesaikan rencana perdamaian Israel-Palestina, yang disusun oleh menantunya, Jared Kushner.

Palestina menolak untuk melakukan kesepakatan dengan pemerintahan Trump karena dinilai bias pro-Israel. Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam pengumuman Netanyahu. Abbas menyatakan jika presiden Israel itu menganeksasi Lembah Yordan, itu artinya mengakhiri seluruh kesepakatan perdamaian yang ditandatangani dengan Israel.



Sumber: Suara Pembaruan