Irak Gabung Inisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok

Irak Gabung Inisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok
Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang (tengah kanan) dan Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi (tengah kiri) menghadiri upacara penandatanganan di Aula Besar Rakyat di Beijing, Senin (23/9/2019). ( Foto: AFP / Lintao Zhang )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 24 September 2019 | 19:47 WIB

Beijing, Beritasatu.com- Irak menyatakan akan bergabung dalam inisiatif investasi Tiongkok “Sabuk dan Jalan”. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi saat bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping selama kunjungan kenegaraannya ke Beijing, Senin (23/9).

“Irak telah melalui perang dan perselisihan sipil dan berterima kasih kepada Tiongkok atas dukungan yang tidak ternilai,” kata Mahdi seperti dikutip dalam siaran media Tiongkok, CCTV.

Sementara itu, Presiden Tiongkok, Xi, mengatakan kedua negara akan bekerja sama dalam proyek-proyek perminyakan dan infrastruktur.

“Tiongkok ingin, dari titik awal baru bersama dengan Irak, untuk mendorong kemitraan strategis Tiongkok-Irak,” kata Xi.

Perdagangan tahun 2018 antara Tiongkok dan Irak lebih dari US$ 30 miliar (Rp 422,8 miliar). Tiongkok adalah mitra perdagangan terbesar Irak, sedangkan Irak adalah pemasok terbesar kedua Tiongkok.

Inisaitif Sabuk dan Jalan Tiongkok adalah jaringan global terbesar untuk pelabuhan, kereta api, jalan, dan taman-taman industri yang mencakup Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa, yang akan menanamkan triliunan investasi infrastruktur.

Inisiatif itu mendapatkan kritik karena membanjiri negara-negara miskin dengan utang dan memancing kecurigaan dari Washngton, yang dilihat sebagai upaya Tiongkok untuk meningkatkan pengaruhnya di kawasan itu.



Sumber: Suara Pembaruan