Netanyahu dan Gantz Bahas Persatuan Pemerintahan Israel

Netanyahu dan Gantz Bahas Persatuan Pemerintahan Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan setelah pertemuan Partai Likud di Yerusalem, Senin (23/9/2019). ( Foto: AFP / MENAHEM KAHANA )
Jeanny Aipassa / WIR Selasa, 24 September 2019 | 19:51 WIB

Yerusalem, Beritasatu.com- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan Pemimpin Militer Israel, Benny Gantz, mengadakan pertemuan untuk membahas kemungkinan persatuan pemerintahan, pada Senin (23/9).

Pertemuan keduanya diadakan oleh Presiden Israel, Reuven Rivlin, dengan tujuan menggerakkan kedua pemimpin menuju kesepakatan mengenai bentuk pemerintahan Israel berikutnya, setelah keduanya tidak meraih suara mayoritas dalam pemilihan umum (pemilu) pekan lalu.

"Atas perintah Presiden, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Ketua Partai Kahol Lavan Benny Gantz, saling membahas cara untuk memajukan persatuan Israel dan sepakat bahwa masing-masing kepala tim perunding mereka akan bertemu besok," bunyi pernyataan bersama yang dirilis setelah pertemuan di Yerusalem, Selasa (23/9).

Tim negosiasi Partai Likud yang mengusung Netanyahu akan dipimpin Yariv Levin, sedangkan tim Partai Kahol Lavan akan dipimpin Yoram Turbowicz. Gantz dan Netanyahu kemudian diharapkan kembali di kediaman Presiden untuk "pertemuan lanjutan" pada Rabu (25/9).

Netanyahu telah mengatakan menyambut gagasan persatuan pemerintahan, meskipun telag mengklaim bahwa dirinya telah mendapat dukungan dari sayap kanan dan partai-partai keagamaan untuk menjadi PM Israel.

Pernyataan senada juga disampaikan Gantz, namun sebelumnya dia telah menyampaikan tidak bisa duduk dalam pemerintahan yang dipimpin perdana menteri di bawah penyelidikan kriminal.

Seperti diketahui, Netanyahu sedang menghadapi dakwaan terkait dugaan suap dan pelanggaran kepercayaan, dan sedang menunggu sidang pra-dakwaan di depan jaksa agung yang dijadwalkan pada minggu pertama Oktober 2013. Sejauh ini, Netanyahu membantah dakwaan tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan