Kunjungi Saudi, Putin Sepakati 20 Perjanjian

Kunjungi Saudi, Putin Sepakati 20 Perjanjian
Presiden Rusia, Vladimir Putin (tengah) disambut Raja Salman bin Abdulaziz (kanan) saat berkunjung di Istana Kerajaan Arab Saudi, Senin (14/10/2019). ( Foto: AFP )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Selasa, 15 Oktober 2019 | 15:29 WIB

Riyadh, Beritasatu.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menandatangani 20 perjanjian kerja sama, dalam kunjungannya ke Arab Saudi, Senin (14/10/2019).

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani Vladimir Putin setelah melakukan pembicaraan resmi dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Kunjungan resmi Vladimir Putin yang merupakan pertama kalinya setelah hampir satu dekade atau sejak 2012, menjadi sinyal bertambahnya pengaruh Moskwa ke Timur Tengah.

Dalam kunjungan itu, Rusia dan Saudi menandatangani 20 kesepakatan mencakup minyak dan industri energi lainnya, navigasi ruang angkasa dan satelit, kehakiman, layanan kesehatan, administrasi pajak, kekayaan mineral, pariwisata, dan penerbangan, serta kerja sama kebudayaan dan peningkatan hubungan perdagangan.

Kesepakatan kuncinya adalah perjanjian untuk meningkatkan kerja sama dalam kelompok OPEC+ (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi), yang dipimpin oleh Arab Saudi, plus 10 non-anggota dipimpin Rusia. Moskwa telah bekerja sama erat dengan OPEC untuk membatasi pasokan dan menstabilkan harga setelah kemerosotan tahun 2014.

Menteri Energi Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, mengatakan kesepakatan Saudi-Rusia hari Senin untuk memperkuat kerja sama dan stabilitas pasar minyak. Menurut Pangeran Abdulaziz bin Salman, kedua negara telah membangun fase baru kerja sama.

Kunjungan Vladimir Putin juga diikuti pertemuan bisnis antara 300 CEO Saudi dan Rusia. Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan para produsen menunjukkan komitmen tinggi kepada kesepakatan.

“Pada komite bersama Saudi-Rusia, kami bekerja bersama-sama untuk harmonisasi rencana reformasi Visi Kerajaan 2030 bersama dengan tujuan strategisnya, serta rencana pembangunan strategis Rusia,” kata Pangeran Abdulaziz bin Salman.

Jalanan di Riyadh dipenuhi bendera Rusia dan Saudi saat menyambut kedatangan Putin. Presiden Rusia itu diterima langsung oleh Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed dalam upacara kehormatan militer penuh.

“Arab Saudi menghargai peran aktif yang dimainkan Rusia di kawasan dan dunia, serta kami berharap dapat bekerja sama dengan Anda untuk membangun keamanan, stabilitas, dan perdamaian, untuk mengatasi ekstremisme dan terorisme, serta mempromosikan pertumbuhan ekonomi,” ujar Raja Salman Bin Abdulaziz Al-Saud.

Salman menambahkan peluang investasi dan perdagangan bersama antara kedua negara akan dikonsolidasikan lewat banyak kesepakatan, khususnya bidang energi, yang akan memiliki hasil signifikan bagi kepentingan kedua negara.



Sumber: Suara Pembaruan