Hingga Teroris Musnah, Turki Terus Lancarkan Serangan di Suriah

Hingga Teroris Musnah, Turki Terus Lancarkan Serangan di Suriah
Pasukan Turki dan pemberontak Suriah yang didukung Turki berkumpul di luar kota perbatasan Ras al-Ain, Sabtu (12/10/2019) saat serangan di kota-kota perbatasan yang dikuasai Kurdi di Suriah timur laut. ( Foto: AFP/ Getty Images / Nazeer Al-khatib )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 16 Oktober 2019 | 07:04 WIB

Ankara, Beritasatu.com- Turki akan melanjutkan serangan di Suriah sampai teroris musnah. Pernyataan itu dilontarkan Duta Besar Turki untuk Doha, Fikret Ozer pada Senin (14/10). Menurut dia, tujuan operasi militer adalah untuk menjamin kembalinya para pengungsi Suriah.

“Kami bermaksud melanjutkan operasi militer di Suriah utara untuk memastikan keamanan perbatasan kami dan sampai para teroris dihilangkan. Tujuan akhir operasi ini bertujuan untuk menjamin kembalinya pengungsi Suriah,” kata Fikret Ozer pada konferensi pers di Doha, Senin.

Pekan lalu, Turki melancarkan operasi militer udara dan darat di Suriah timur laut. Dikatakan, serangan itu bertujuan untuk menyingkirkan pasukan pimpinan Kurdi dari daerah perbatasan di Suriah utara dan mendirikan apa yang disebut "zona aman", tempat jutaan pengungsi Suriah dapat dimukimkan kembali.

Pasukan Demokrat Suriah (SDF) dipimpin oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang Turki lihat sebagai "teroris". YPG memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang di Turki.

Mengenai kesepakatan pemerintahan Kurdi yang baru-baru ini diumumkan dengan Damaskus, tempat pasukan pemerintah Suriah akan ditempatkan di dekat perbatasan dengan Turki, Ozer mengatakan bahwa "YPG-PKK dikenal karena bermain di aliansi yang berbeda".

Duta Besar Turki juga menekankan bahwa operasi militer "tidak ditujukan terhadap Kurdi".

“Targetnya adalah untuk menahan ancaman YPG / PKK. Sekitar 300.000 Kurdi Suriah mencari perlindungan di Turki dan mereka tidak ingin kembali karena nyawa mereka terancam,” tambahnya.



Sumber: Suara Pembaruan