Jelang Tenggat Waktu, Turki Umumkan Rencana Zona Aman

Jelang Tenggat Waktu, Turki Umumkan Rencana Zona Aman
Pasukan Turki dan pemberontak Suriah yang didukung Turki berkumpul di luar kota perbatasan Ras al-Ain, Sabtu (12/10/2019) saat serangan di kota-kota perbatasan yang dikuasai Kurdi di Suriah timur laut. ( Foto: AFP/ Getty Images / Nazeer Al-khatib )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 23 Oktober 2019 | 07:45 WIB

Ankara, Beritasatu.com- Turki menguraikan rencananya untuk "zona aman" sepanjang 120 kilometer di Suriah pada malam sebelum batas waktu penarikan besar pasukan, ketika Presiden Recep Tayyip Erdogan menuduh Barat "mendukung teroris".

Seperti dilaporkan AFP, Senin (21/10), satu sumber militer Turki mengatakan para milisi Kurdi semula harus menarik diri dari daerah antara Tal Abyad, yang ditangkap oleh pasukan Turki pada awal serangan, dan Ras al-Ain, di bawah perjanjian yang diperantarai AS yang akan berakhir Selasa (22/10) malam.

Turki telah memperingatkan bahwa jika desakan itu tidak terjadi, maka akan melanjutkan ofensifnya terhadap milisi YPG Kurdi Suriah, yang dimulai setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan menarik pasukan dari daerah itu.

Di tempat terpisah, Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer menyarankan pembentukan zona keamanan di Suriah utara untuk melindungi warga sipil yang terlantar dan memastikan bahwa pertempuran terus berlanjut melawan milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

“Saran saya adalah agar kita mendirikan zona keamanan yang dikendalikan secara internasional yang melibatkan Turki dan Rusia,” ujar Kramp-Karrenbauer, juga pemimpin partai konservatif Kanselir Angela Merkel, mengatakan kepada penyiar Deutsche Welle.

Meskipun Presiden Recep Tayyip Erdogan telah berulang kali mengatakan Turki menginginkan "zona aman" sepanjang 444 kilometer, tahap pertama dari rencana hanya akan mencakup seperempat jarak tersebut.

Kesepakatan antara rezim Suriah dan pasukan Kurdi untuk mengizinkan pasukan Damaskus ke bagian-bagian tertentu Suriah utara tampaknya telah menggagalkan rencana Ankara untuk "zona aman" yang lebih besar.

"Kami mengamankan 120 kilometer lebih dulu," kata sumber itu, Senin.



Sumber: Suara Pembaruan