PM Lebanon Saad Hariri Mengundurkan Diri

PM Lebanon Saad Hariri Mengundurkan Diri
PM Lebanon Saad Hariri mengumumkan pengunduran diri dari jabatan, di Beirut, Selasa (29/10/2019) ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 30 Oktober 2019 | 06:46 WIB

Beirut, Beritasatu.com- Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri menyatakan pengunduran diri dari jabatannya, Selasa (29/10). Pengunduran diri terjadi setelah berlangsung aksi unjuk rasa besar-besaran dalam dua minggu terakhir.

Seperti dilaporkkan BBC, Rabu (30/10), Hariri mengatakan Lebanon mengalami kebuntunan dan perlu langkah terobosan untuk mengakhiri krisis.

Unjuk rasa pada mulanya dilakukan untuk menentang rencana pemerintah memajaki telepon WhatsApp yang sekarang sudah dibatalkan.

Protes kemudian meluas, menyasar korupsi politik dan masalah ekonomi. Lewat pidato televisi, Hariri mengatakan dia mengajukan pengunduran dirinya dan pemerintah ke Presiden Michel Aoun.

"Selama 13 hari, warga Lebanon menunggu sebuah keputusan bagi jalan keluar politik untuk menghentikan memburuknya keadaan. Dan saya sudah mencoba, untuk menemukan jalan keluar, dengan mendengarkan suara masyarakat," kata Hariri

Unjuk rasa mencerminkan perpecahan di dalam masyarakat Lebanon dan menyebabkan penutupan bank, kantor, sekolah dan universitas selama 10 hari.

"Kami ternyata harus mengambil langkah yang mengejutkan untuk mengatasi krisis," tambahnya.

Kelompok Syiah militan, Hizbullah, yang mendominasi pemerintahan koalisi Hariri, baru-baru ini memperkeras posisinya terhadap pengunjuk rasa.

Pada Selasa, pendukung Hizbullah dan kelompok Syiah lain, Amal, merusak kamp pengunjuk rasa di Beirut tengah, meneriakkan slogan, membakar tenda dan memukuli pengunjuk rasa antipemerintah.



Sumber: Suara Pembaruan