Hubungan AS-Turki Tegang, Erdogan akan Bertemu Trump

Hubungan AS-Turki Tegang, Erdogan akan Bertemu Trump
Recep Tayyip Erdogan ( Foto: AFP / Adem Altan )
Jeany Aipassa / JAI Rabu, 13 November 2019 | 16:35 WIB

Ankara, Beritasatu.com - Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Turki yang menegang akibat operasi militer Turki di Suriah, tak menyurutkan niat Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan untuk bertemu Presiden AS, Donald Trump. 

Akhir pekan ini, Recep Tayyip Erdogan, akan berkunjung ke AS dan bertemu dengan Donald Trump di Gedung Putih, Washington. Pertemuan keduanya dipandang sebagai kesempatan untuk mengatur ulang hubungan yang selama ini tegang karena berbagai perbedaan kebijakan politik terkait konflik di Suriah.

Operasi militer Turki melawan milisi Kurdi di perbatasan Suriah, diperkirakan akan menjadi agenda pembicaraan antara Recep Tayyip Erdogan dan Donald Trump.

Seperti diketahui, Turki menetapkan milisi Kurdi sebagai teroris, tetapi milisi itu merupakan sekutu kunci AS dalam perang melawan kelompok militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Bahkan Kongres Amerika telah mengancam akan memberlakukan sanksi luas terhadap Turki, sebagian di antaranya menargetkan recep Tayyip Erdogan secara pribadi.

Sejumlah pengamat menilai pertemuan Recep Tayyip Erdogan dan Donald Trump yang akan berlangsung akhir minggu ini, merupakan momen yang sangat penting dalam hubungan antara dua negara sekutu NATO itu.

“Ada daftar panjang masalah antara kedua negara. Faktanya hubungan itu tidak pernah seburuk sekarang ini, dan tentu saja ada masalah lain yang kini sedang terjadi, yaitu serbuan Turki ke Suriah dan keberatan dari Amerika. Yang terjadi di lapangan sangat tidak menentu,” kata Asli Aydintasbas dari European Council on Foreign Relations (Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri), seperti dikutip VoA, Selasa (12/11/2019). 

Pernyataan senada juga disampaikan Mesut Casin, penasihat Presiden recep Tayyip Erdogan. Menurut Mesut Casin, meskipun terjadi peningkatan ketegangan bilateral, kedua presiden tampaknya telah membangun hubungan kerja yang baik, termasuk adanya kecocokan dalam hubungan pribadi antara Erdogan dan Trump.

“Pertemuan bersejarah ini akan bermanfaat bagi kedua pihak. Saya menantikan adanya perspektif yang optimistis. Pertemuan ini akan membawa solusi baru dan metodologi baru di antara kedua aktor,” ujar Mesut Casin.

Presiden Recep Tayyip Erdogan berharap bahwa Donald Trump akan mencabut embargo atas pembelian jet tempur terbaru AS. Donald Trump memberlakukan pembekuan itu setelah Turki membeli rudal S400 Rusia. Washington khawatir dengan hubungan Turki yang semakin erat dengan Rusia.

Dalam kunjungan kali ini Recep Tayyip Erdogan diperkirakan akan menyampaikan tawarannya untuk membeli rudal patriot buatan AS. Presiden Rusia, Vladimir Putin, dikabarkan terus mengandalkan Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk kedekatan Rusia dengan Turki.



Sumber: Suara Pembaruan