INH Kutuk Serangan Israel ke Jalur Gaza

INH Kutuk Serangan Israel ke Jalur Gaza
Ketegangan di Jalur Gaza. ( Foto: AFP )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 15 November 2019 | 22:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Israel kembali menggempur wilayah Jalur Gaza melalui serangan udara dan darat, dengan menargetkan warga sipil. Aksi yang hingga Jumat (15/11/2019) masih terus berlangsung tersebut, telah menewaskan setidaknya 34 warga sipil dan melukai ratusan lainnya, termasuk kalangan anak-anak dan wanita.

Merespon hal tersebut, lembaga kemanusiaan yang lahir pada masa agresi Israel ke Jalur Gaza pada 2018, International Networking for Humanitarian (INH) mengutuk secara keras serangan Israel yang menargetkan warga sipil, karena dinilai menyalahi HAM internasional.

Ketua INH, Luqmanul Hakim, mengatakan, tim relawan INH yang mayoritas ada di Jalur Gaza telah turun ke beberapa lokasi serangan yang menimpa warga sipil. Korban serangan Israel tersebut, terus berdatangan ke beberapa rumah sakit besar, termasuk RS Assyifa dan RS Indonesia.

INH yang lahir dari kecintaan para anak muda baik di Indonesia dan Palestina, mendesak pemerintah Indonesia untuk secara tegas mengecam Israel dan membuat catatan merah agar menjadi fokus perhatian untuk di bawa ke dewan HAM PBB saat nanti Indonesia menjabat sebagai anggota tidak tetap dewan HAM PBB tahun depan.

"Negara ini sudah jelas prinsipnya, makanya tinggal ketegasan dari pemerintah untuk terus mendesak internasional agar berani menuntut Israel di ranah global," tegas Luqman dalam keterangan persnya, Jumat (15/11/2019).

Sebagaimana diketahui, Indonesia mendapat suara dukungan negara terbanyak untuk menjabat sebagai anggota dewan tak tetap HAM PBB kedua kalinya mulai periode 2020-2022.

Menurut Luqman, kesempatan kedua Indonesia terlibat di dewan HAM harus dimanfaatkan pemerintah untuk mendesak Israel sampai pada titik ujung agar mengakhiri segala jenis pelanggaran HAM di Palestina, termasuk melakukan diskriminasi terhadap warga di Tepi Barat, mencaplok tanah warga, serta agresi udara yang menarget sipil seperti saat ini.



Sumber: BeritaSatu.com