Indonesia Dapat Redakan Ketegangan Iran-AS

Indonesia Dapat Redakan Ketegangan Iran-AS
Pelayat Iran mengangkat gambar komandan militer yang terbunuh Qasem Soleimani selama prosesi pemakaman di ibukota Teheran pada 6 Januari 2020. ( Foto: ATTA KENARE / AFP )
Stefi Thenu / FMB Sabtu, 11 Januari 2020 | 17:28 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar menilai, politik luar negeri Indonesia sangat strategis untuk meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Konflik antara Iran dengan AS mencuat sejak terbunuhnya komandan teringgi militer Iran, Jenderal Qassem Soleimani pada hari Jumat (03/01) lalu.

Sejauh ini, kata anggota DPR RI tersebut, hubungan diplomatik Indonesia dengan AS maupun dengan Iran tergolong baik, sehingga dampak bilateral dalam konteks konflik ini tidak akan terpengaruh.

Dikira Pesawat Musuh, Militer Iran Tak Sengaja Tembak Maskapai Ukraina

Namun, yang mungkin bisa dialami Indonesia --jika ketegangan tersebut terus mengalami eskalasi dan memicu pecahnya perang-- adalah ekses negatif atau efek domino dari perseteruan tersebut.

"Maka, sedapat mungkin pemerintah Indonesia harus aktif menengahi atau membantu mengurangi tensi ketegangan yang semakin meruncing," ujar Marwan, Sabtu (11/1/2020).

Sebab, menurut Marwan, kendati perang yang ditakutkan tidak terjadi, tetapi jika Iran menutup Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dunia, eksesnya pasti juga akan dirasakan juga oleh Indonesia.

Apalagi jika perang sampai terjadi, ekonomi dunia dapat dipastikan bakal terguncang dan dalam konteks inilah Indonesia akan dapat merasakan imbasnya.

Dia mengapresiasi langkah- langkah RI melalui inisiatif cepat Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi yang sudah memanggil duta besar Iran maupun AS secara terpisah.

Menlu menyampaikan harapan Indonesia agar masing- masing pihak dapat menahan diri atau berupaya keras dapat melakukan de-eskalasi ketegangan di sana.

Marwan bahkan juga meyakini, nota atau proposal diplomatik Indonesia tersebut, bakal dipertimbangkan oleh kedua negara yang tengah memanas hubungan diplomatiknya tersebut.

Sebab, secara geopolitik, peran Indonesia di kawasan regional ASEAN maupun kawasan Asia-Pasifik sejauh ini diakui memiliki pengaruh yang signifikan di bidang ekonomi dan dalam mendorong keseimbangan keamanan.

Meski begitu, RI juga bisa berbuat lebih jauh untuk berperan aktif menjadi penengah sekaligus memberikan masukan positif dalam merekonstruksi perdamaian dan hubungan yang telah memanas tersebut.

"Karena keduanya merupakan sesama negara sahabat dan sejauh ini telah mempunyai hubungan diplomatik yang baik dengan RI," ujar politisi asal Pati ini. 



Sumber: Suara Pembaruan