Israel Berlakukan Masa Karantina 14 Hari bagi Wisatawan Mancanegara

Israel Berlakukan Masa Karantina 14 Hari bagi Wisatawan Mancanegara
Benjamin Netanyahu ( Foto: AFP / Oded Balilty )
Asni Ovier / AO Selasa, 10 Maret 2020 | 06:59 WIB

Yerusalem, Beritasatu.com – Pemerintah Israel memberlakukan masa karantina pribadi selama 14 hari bagi siapa saja yang datang ke negara itu atau wisatawan mancanegara (wisman). Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, langkah itu diambil untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Pemerintah Israel mengambil risiko dengan memberlakukan karantina rumah bagi pendatang, khususnya dari Asia dan Eropa. Langkah ini dipastikan akan memukul sektor pariwisata dan perdagangan negara itu.

“Siapa saja yang datang ke Israel harus diisolasi selama 14 hari. Ini keputusan yang sulit, namun penting untuk menjaga kesehatan masyarakat. Kesehatan masyarakat yang utama,” ujar Netanyahu seperti dikutip dari Channel News Asia.

Beberapa pejabat juga mengatakan bahwa kebijakan yang sama akan berlaku bagi warga Israel yang kembali ke negara itu setelah bepergian ke luar negeri. Mulai Kamis (12/3/2020), setiap warga asing yang ingin masuk Israel harus siap untuk menjalani karantina pribadi.

Media Israel menyebutkan, sejauh ini sudah ada sekitar 300.000 warga Israel yang harus menjalani karantina di negara berpenduduk 9 juta jiwa itu. Kementerian Kesehatan Israel menyebutkan, saat ini sudah ada 42 kasus virus corona.

PM Netanyahu juga mengadakan telekonferensi dengan pemimpin Italia, Austria, Hungaria, Bulgaria, Rumania, Kroasia, dan Siprus. Mereka berdiskusi tentang upaya bersama yang bisa dilakukan untuk mengatasi krisis. Pada Senin (9/3/2020) pasar saham Israel anjlok sebesar 6,5%.

“Masing-masing dari kita memiliki pengalaman sendiri. Kita lihat apa yang bisa dilakukan dan yang tidak. Kita bisa saling bertukar,” ujar Netanyahu dalam telekonferensi yang terbuka bagi media massa itu.

Stasiun televisi Kan menyebutkan, kebijakan karantina itu juga berlaku bagi institusi intelijen negara tersebut, Mosad. Tanpa menyebutkan sumbernya, Kan mengatakan bahwa personel Mosad yang baru kembali bertugas dari luar negeri juga harus berada di dalam rumah selama dua pekan.

Sebanyak 13 warga Amerika Serika yang sedang melakukan wisata ziarah di Tanah Suci harus menjalani karantina. Warga yang berasala dari Gereja 3Circle, Fairhope, Alabama, itu harus menjalani karantina di Htel Angel di Beit Jala, setelah beberapa staf hotel dinyatakan positif terjangkit virus corona.



Sumber: BeritaSatu.com