Wapres dan Dua Menteri Iran Terinfeksi Covid-19

Wapres dan Dua Menteri Iran Terinfeksi Covid-19
Wakil Presiden Iran, Eshaq Jahangiri. (Foto: Istimewa)
Natasia Christy Wahyuni / JAI Kamis, 12 Maret 2020 | 20:33 WIB

Teheran, Beritasatu.com - Wakil presiden (wapres) senior dan dua menteri Iran dikonfirmasi terinfeksi virus korona atau coronavirus disease 2019 (Covid-19). Iran kini menjadi negara ketiga dengan kasus korona terbanyak di dunia, yakni 9.000 kasus termasuk 354 kematian.

Kantor berita semi-resmi Fars, Rabu (11/3/2020), menyatakan Wapres Eshaq Jahangiri, yang tampil dalam rapat tingkat tinggi terbaru, telah tertular Covid-19. 

Pejabat lainnya yang tertular adalah Menteri Warisan Budaya, Kerajinan Tangan, dan Pariwisata Ali Asghar Mounesan, serta Menteri Industri, Pertambangan, dan Bisnis, Reza Rahmani. Sebelumnya, wapres Iran yang membawahi urusan perempuan, Masoumeh Ebtekar, juga positif terinfeksi Covid-19.

Korban meninggal akibat Covid-19 di Iran naik selama satu hari berturut-turut, yakni menewaskan 62 lebih orang dalam kurun 24 jam. Kementerian Kesehatan Iran menyatakan jumlah kematian dari 9.000 kasus terkonfirmasi telah menyebar ke 31 provinsi negara itu.

Di Timur Tengah, mayoritas dari 9.700 orang yang tertular virus korona disebabkan dari Iran atau baru kembali dari sana. Selain Iran, hanya Irak, Mesir, dan Lebanon yang mencatatkan kematian dari virus itu di Timur Tengah.

Muncul kekhawatiran angka penularan di Iran jauh lebih tinggi dibandingkan kasus terkonfirmasi oleh pemerintah. Korban meninggal sejauh ini termasuk lima anggota Korps Garda Revolusi Islam dan sejumlah orang dari pasukan garda sukarelawan Basij.

Sementara itu, Arab Saudi melaporkan 24 kasus terbaru Covid-19 pada Kamis sehingga menambah jumlah penularan di negara itu menjadi 45 kasus.

Kasus-kasus terbaru itu termasuk dua orang yang baru saja kembali dari Irak yaitu seorang anak berusia 12 tahun yang melakukan kontak dengan kakeknya yang baru kembali dari Iran, serta 21 warga Mesir yang melakukan kontak dengan pendatang dari Mesir yang telah terjangkit virus.

Saudi telah melarang perjalanan ke dan dari 14 negara yang terdampak Covid-19. Negara itu juga menghentikan ziarah ke kota-kota suci Islam seperti Mekah dan Madinah, serta melarang perjalanan ke Tiongkok dan Iran.

Di dalam negeri, otoritas melarang keluar dan masuk para penduduk provinsi timur Saudi, Qatif, dimana sebagian besar kasus virus korona yang terkonfirmasi berasal dari warga melakukan perjalanan kembali dari Iran.

Di negara-negara Teluk Arab, otoritas Bahrain mengonfirmasi jumlah kasus Covid-19 meningkat 70 persen menjadi 189 kasus. Jumlah 77 kasus baru seluruhnya adalah orang-orang yang kembali dari Iran.

Kementerian Kesehatan Qatar mengonfirmasi 238 kasus baru Covid-19 untuk para ekspatriat yang melakukan kontak dengan tiga kasus pada pekan lalu.

Lebanon juga melaporkan kematian kedua warganya pada Rabu yaitu pria berusia 53 tahun. Sebanyak 37 persen kasus Covid-19 di Lebanon diimpor dari empat negara yaitu Mesir, Iran, Swiss, dan Inggris.



Sumber: Suara Pembaruan