Kuwait dan Qatar Ancam Penjarakan Pelanggar Wajib Masker

Kuwait dan Qatar Ancam Penjarakan Pelanggar Wajib Masker
Pekerja medis siap untuk menguji pengemudi di pusat pengujian Covid-19 lintas kendara di Kegubernuran Farwaniya, Kuwait, Sabtu (16/5/2020). ( Foto: Xinhua / Asad )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 19 Mei 2020 | 13:30 WIB

Dubai, Beritasatu.com- Kuwait dan Qatar akan mulai menerapkan hukuman penjara atau denda ribuan dolar atau ratusan juta rupiah kepada warganya yang melanggar aturan wajib masker.

Kementerian Kesehatan Kuwait, Minggu (17/5), menyatakan setiap orang yang tertangkap tidak menggunakan masker bisa menghadapi tiga bulan penjara, sedangkan televisi pemerintah Qatar melaporkan sanksi hukuman maksimum selama tiga tahun.

Di Kuwait, denda maksimum bagi pelanggar wajib masker mencapai 5.000 dinar (Rp 240 juta), sedangkan Qatar menerapkan denda sebesar 200.000 riyal (Rp 818 juta).

Enam negara Teluk telah melaporkan total lebih dari 137.400 infeksi dengan 693 kematian dari pandemi Covid-19.

Kasus-kasus di kawasan itu awalnya terkait perjalanan, tapi kemudian menyebar kepada para pekerja migran berpenghasilan rendah di tempat-tempat sempit. Arab Saudi dengan populasi sekitar 30 juta orang, menjadi negara dengan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 terbanyak di Teluk, yaitu 54.700 kasus dengan 312 kematian.

Qatar, dengan populasi 2,8 juta, Qatar menjadi negara dengan kasus infeksi tertinggi kedua yaitu lebih dari 32.600 dengan 15 kematian. Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara dengan kasus kematian tertinggi kedua di antara enam negara bagian, yaitu 220 orang dari 23.350 kasus terkonfirmasi Covid-19.



Sumber: Suara Pembaruan