Umat Islam Rayakan Iduladha di Tengah Pandemi

Umat Islam Rayakan Iduladha di Tengah Pandemi
Para pekerja di Masjidil Haram di kota suci Makkah, Arab Saudi memasang garis panduan untuk mengarahkan jemaah sebagai bagian dari langkah-langkah pembatasan jarak fisik karena pandemi virus corona Covid-19 menjelang ibadah haji, Selasa (28/7). (Foto: AFP / Dokumentasi)
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 30 Juli 2020 | 09:31 WIB

London, Beritasatu.com- Sekitar 1,8 miliar umat Islam di dunia akan merayakan Idul Adha atau dikenal sebagai Hari Raya Kurban pada Jumat (31/7) di tengah pandemi Covid-19 yang sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 16 juta orang.

Seperti hari raya Idulfitri pada Mei yang digelar setelah bulan suci Ramadan, umat Islam didorong melakukan tindakan pencegahan dari Covid-19.

Dalam kondisi normal, salat Id dimulai dengan berkumpul di masjid pada pagi hari. Dewan Muslim Inggris (Muslim Council of Britain/MCB) telah mempublikasikan rekomendasi di situsnya untuk mendorong salat di luar ruangan dan jika tidak salat beberapa kali di dalam ruangan.

MCB menyarankan pengaturan waktu yang cukup antara berjemaah dan khotbah, dan semuanya harus dibuat singkat. Ucapan selamat hari raya harus disampaikan tanpa berpelukan atau berjabat tangan.

Sebagian besar perayaan Iduladha atau Idulfitri digelar dengan berkumpul bersama keluarga dan teman-teman sambil berbagi makanan, tapi MCB menyarankan yang terbaik adalah menjaga pertemuan tetap berjumlah kecil dan di luar ruangan.

Beberapa masjid di Kanada mengikuti panduan serupa. Masjid Jame Toronto mendorong kaum Muslim agar mendaftar terlebih dulu untuk mendapatkan tempat salat dari delapan slot waktu berbeda di aplikasi “Smart Jamaat”.



Sumber: Suara Pembaruan