Iduladha di Lebanon Diwarnai Kesuraman Ekonomi

Iduladha di Lebanon Diwarnai Kesuraman Ekonomi
Para jemaah melemparkan kerikil sebagai bagian dari simbol al-A'qabah (rajam setan) di Jembatan Jamarat saat ibadah haji di Mina, dekat kota suci Makkah, Arab Saudi, Jumat (31/7/2020). (Foto: AFP / istimewa)
Natasa Christy Wahyuni / YS Sabtu, 1 Agustus 2020 | 08:54 WIB

Beirut, Beritasatu.com -  Perayaan Iduladha di Lebanon dibayangi oleh kesuraman ekonomi karena pemerintah pada Kamis (30/7/2020) menetapkan sebagai hari pertama lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona. Semangat perayaan yang meriah dikejutkan oleh angka resmi kasus Covid-19 yang naik menjadi 4.250 orang dan 55 kematian.

Jalanan di ibu kota Beirut tampak kosong serta toko dan pasar ditutup saat patroli keamanan menerapkan penutupan yang akan berlanjut sampai Senin (3/8). Pandemi Covid-19 dikombinasi dengan krisis keuangan telah menyebabkan banyak orang Lebanon kekurangan uang dan tidak bisa menikmati ritual musim Haji.

Pemilik toko daging di Beirut, Mohammed Oleylat, mengakui pendapatan yang menurun.

“Saya biasanya menyembelih antara 40-50 domba untuk Idulfitri, tapi saya hanya punya dua klien hari ini yang meminta untuk membeli domba. Setiap domba seharga US$ 300 sekarang (Rp 4,3 juta), yang setara 2,4 juta pound Lebanon (Rp 23 juta) di pasar gelap,” kata Oleylat dikutip dari Arab News, Jumat (31/7).

Dia mengatakan para pembeli tidak lagi memesan daging untuk panggangan atau leher domba, yang biasa dimakan saat perayaan, pada malam menjelang Iduladha. “Tapi hari ini, mereka hanya memesan daging untuk menambah hidangan. Keadaan sulit bagi semua orang,” ujar Oleylat.



Sumber: Arab News