Dua Petinju Indonesia Lolos ke Kejuraan Tinju Dunia

Dua Petinju Indonesia Lolos ke Kejuraan Tinju Dunia
Johny Asadoma (Foto: Beritasatu.com/Paulus Nitbani)
Paulus Nitbani / PCN Senin, 8 Mei 2017 | 08:50 WIB

Jakarta-Indonesia berhasil meloloskan dua petinjunya ke kejuaraan tinju dunia pada Agustus mendatang di Hamburg, Jerman. Kedua petinju tersebut adalah Simon Makarawe dan Kornelis Kwangu Langu. Kedua petinju Indonesia ini berhasil mengalahkan lawan-lawannya pada babak kualifikasi Kejuaraan Tinju Dunia yang diadakan di Tashkent, Uzbekistan.

Ketua Umum PP Pertina Brigjen Pol Johni Asadoma yang dibubungi, Senin (8/5) mengatakan, prestasi yang dicapai tim tinju Indonesia ini sangat menggembirakan. Dikatakan, pencapaian tim tinju Indonesia ini membangkitkan kembali gairah dunia tinju amatir Indonesia di kancah internasional. Mengingat, sejak tahun 2000, Indonesia tidak pernah meraih prestasi di kancah tinju internasional.

Tim tinju Indonesia saat ini sedang berada di Tashkent, Uzbekistan untuk mengikuti Kejuaraan Tinju Amatir Asia (ASBC Boxing Championship). Ajang ini juga dipakai sebagai seleksi atau kualifikas para petinju amatir Asia untuk Kejuaran Dunia Tinju di Hamburg, Jerman, Agustus mendatang. 

Pada babak kualifikasi Sabtu (6/5) di Uzbekistan Olympiczy Velodrome, Tashkent, petinju kelahiran Maluku Simon Makarawe yang bertanding di kelas Bantam 56 Kg, berhasil mengalahkan petinju Nima Dorji dari Bhutan. Sedangkan pada Minggu (7/5), petinju kelahiran Sumba, NTT, Kornelis Kwangu Langu yang bertanding di kelas Layang 49 Kg secara gemilang menundukkan petinju tuan rumah, Zhomart Yerzhan.

Tiga petinju Indonesia lainnya yang berhak mengikuti seleksi yakni Farrand Papendang (Ringan 60 Kg), Sarohatua Lumban Tobing (Welter 64 Kg), Bram Betaubun (Menengah 75 Kg), dikalahkan lawan-lawannya.

Sebagaimana diketahui, Badan Tinju Dunia (AIBA), memberi jatah enam petinju terbaik Asia setiap kelas untuk bertanding di arena AIBA World Boxing Championship Hamburg, Jerman 2017.

Para petinju semi finalis (empat petinju) lolos otomatis, sedangkan dua petinju lain akan mengikuti kualifikasi bersama para petinju yang lolos perempat final.

Untuk Asia Tenggara (ASEAN), hanya Indonesia dan Filipina yang berhak lolos ke Kejuaraan Dunia Hamburg. Indonesia meloloskan dua petinjunya, sedangkan Filipina meloloskan tiga petinjunya.

Lebih lanjut Brigjen Pol Johni Asadoma mengatakan, ia sangat puas dengan pencapaian tim tinju Indonesia kali ini. Sebab, baru pertama kali dalam sejarah tinju amatir di Tanah Air, tim tinju Indonesia berhasil meloloskan lima petinju ke babap perempat final (delapan besar) Kejuaraan Asia. Dari lima petinju tersebut, dua di antaranya berhasil lolos menuju Kejuaraan Tinju Dunia.

"Ini merupakan prestasi yang menggembirakan. Apalagi untuk lolos ke KejuaraanTinju Dunia tersebut cukup berata mengingat IABA menggunakan sistem seleksi kualifikasi," ujar Johni Asadoma yang juga mantan petinju Olimpiade Los Angeles, AS tahun 1984 itu.

Dikatakan, babak kualifikasi Kejuaraan Dunia baru dimulai tahun ini. Sebelumnya, tidak ada babak kualifikasi Kejuaraan Dunia sehingga petinju yang dikirim untuk bertanding sangat banyak. Hal tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menggelar kejuaraan tersebut.

"Makanya sejak 2015, AIBA mengadakan kualifikasi. Dengan demikian, petinju yang bertanding di kejuaraan dunia adalah petinju-petinju yang berkualitas. Mudah-mudahan prestasi yang dicapai ini, menjadi tonggak kebangkitan tinju amatir Indonesia ke depan," paparnya.

Sementara itu, salah seorang pelatih tim Tinju Indonesia asal NTT, Hermensen Ballo juga mengaku gembira atas prestasi tim Indonesia tersebut.

"Tidak gampang meraih tiket kualifikasi kejuaraan dunia. Perlu kerja keras dan konsentrasi karena semua petinju yang lolos perempat final bagus-bagus. Apalagi, hanya enam orang yang akan mewakili benua Asia. Kami gembira dengan pencapaian ini," ujarnya.

Hermensen yang tercatat empat kali bertarung di Kejuaraan Dunia Tinju semasa masih aktif menyebutkan, prestasi hasil yang diperoleh di Tashkent, Uzbekistan cukup spektakuler mengingat sejak tahun 2000, tinju amitir Indonesia seperti tenggelam di kejuaraan internasional.

"Semoga ini menjadi titik balik kebangkitan prestasi Pertina. Karena masih ada tiga agenda internasional yang bisa kita kejar yaitu Kejuaraan Dunia Hamburg, ASEAN Games Malaysia, dan Asian Games Jakarta," ujarnya.

Karena itu, ia berharap perhatian Pemerintah untuk pembinaan berkelanjutan petinju Indonesia tidak putus. "Pembinaan yang bagus tentu butuh dana yang memadai. Apalagi, Indonesia memiliki target yang besar di Asian Games dan Olimpiade. Siapa tahu Indonedia nanti bisa menjadi industri tinju di masa depan," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com