Petinju Indonesia Satukan Tiga Gelar Badan Tinju Dunia

Petinju Indonesia Satukan Tiga Gelar Badan Tinju Dunia
Promotor tinju Martin Daniel (tengah) bersama petinju Rivo KUndimang (kanan). ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / CAH Selasa, 16 April 2019 | 09:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tiga petinju Indonesia sukses mengharumkan nama bangsa dengan berhasil menyabet gelar juara internasional bergengsi di kelas yang berbeda. Kejuaraan tinju yang digelar empat badan tinju dunia yaitu WBA, IBF, WBC dan WBO, tiga diantaranya yang dimenangkan petinju Indonesia.

Mereka adalah Rivo Kundimang yang meraih sabuk IBF dan WBC kelas 63,5 kg, Ongen Saknosiwi yang meraih kejuaraan nasional di kelas bulu 57,1 kg, dan Jonathan Chandra yang meraih unjuk gigi di ajang pembibitan kelas berat Happy Weight Plus 91 kg.

Atas keberhasilan tersebut, promotor tinju Martin Daniel memberikan apresiasi kepada ketiganya. Penghargaan diserahkan langsung kepada para petinju Merah Putih itu demi memotivasi mereka untuk dapat terus berlaga di ajang internasional lainnya.

"Apresiasi-apresiasi seperti ini, sangat penting bagi atlet tinju kita. Karena diketahui mereka sudah berjuang mati-matian untuk mengharumkan nama Indonesia. Saya rasa sangat pantas bagi mereka untuk diapresiasi. Selain itu, ini juga bisa memicu mereka untuk lebih semangat lagi dan merasa lebih diperhatikan dan tentunya akan semakin membuat mereka termotivasi untuk membidik gelar ke jenjang yang lebih tinggi, tentunya dengan persiapan yang lebih maksimal," kata Martin di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Untuk keberhasilan Rivo, Martin mengaku akan memberikan kesempatan kepadanya menuju ke tingkat prestasi yang lebih baik sesuai dengan tahapan yang ada. Ia sudah berkomunikasi dengan pihak IBF agar Rivo bisa menghadapi lawannya dalam event kejuaraan internasional di Macau, Tiongkok selanjutnya. Tapi Ia berharap Rivo tampil di Indonesia untuk membangkitkan semangat anak muda lainnya untuk tampil bertanding.

"Saya berharap akan banyak juara-juara tinju dari Indonesia. Nanti pada Mei atau Juni akan ada lagi Big Fight XIII," jelasnya.

Buat Rivo pribadi, ini adalah prestasi yang membanggakan. Ia berhasil memboyong dua sabuk level internasional tersebut di usianya yang masih 22 tahun. Hingga saat ini ia sudah berhasil mencatat 9 kemenangan dengan empat kali menang KO dan 1 kali seri dalam 10 laga internasionalnya.

Petinju muda tersebut bertekad menjadi pengganti Chris John sebagai juara dunia tinju asal Indonesia setelah karir tinju internasionalnya mulai menanjak berkat dua sabuk yang disandang saat ini.

"Target pribadi saya dalam dua, tiga tahun ke depan saja bisa menjadi juara dunia. Kami akui untuk menjadi juara tidak hanya berbekal tekad, tapi juga tergantung dengan promotor," ungkap dia.

Pria asal Manado Sulawesi Utara itu saat ini memegang sabuk kelas WBC Asia Youth kelas 63,5 kilogram setelah mengalahkan petinju asal Thailand Girapan Boonpeng. Gelar terakhir petinju asal Sasana Navaz Boxing Camp adalah memegang sabuk IBF Pan Pasific kelas 63,5 kilogram setelah pada pertarungan Indonesia Big Fight XII di Jakarta, Sabtu (6/4) mengalahkan petinju asal Filipina Ryan Sarmona pada ronde keempat dengan TKO.

Dengan bekal tersebut, Rivo memang berpeluang melangkah lebih tinggi yaitu mengejar juara WBC Internasional kelas ringan super. Apalagi saat ini didukung penuh oleh promotor internasional asal Indonesia, Martin Daniel.

"Sebagai petinju yang saya lakukan adalah berlatih keras. Untuk tahapan yang lain, semuanya tergantung dengan promotor. Intinya saya siap jika dinstruksikan bertanding," kata Rivo menambahkan di sela pemberian apresiasi satu unit sepeda motor itu.

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah dan hanya di Indonesia. Empat badan tinju dipertandingkan sekaligus. Kami akan memperjuangkan agar pertarungan itu dicatat dalam rekor Muri maupun rekor dunia (Guinness World Records)," kata pemerhati tinju nasional Haidar Alwi. 

Foto:
- Petinju Indonesia dengan gelar juaranya bersama Martin Daniel Promotion [Hendro Situmorang]
-Promotor tinju Martin Daniel (tengah) bersama petinju Rivo KUndimang (kanan) [Hendro Situmorang]
2 Attachments



Sumber: Suara Pembaruan