Kejuaraan The Border Battle 2019 Siap Bangkitkan Tinju Tanah Air

Kejuaraan The Border Battle 2019 Siap Bangkitkan Tinju Tanah Air
Promotor, pendukung bersama petinju Tibo berfoto bersama memkenalkan kejuaraan tinju The Border Battle 2019 yang akan diselenggarakan oleh Chris John Foundation bersama Fahiluka Surya Production di Kupang NTT. ( Foto: Suara Pembaruan / Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / AMA Selasa, 18 Juni 2019 | 12:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kejuaraan tinju The Border Battle 2019 yang diselenggarakan oleh Chris John Foundation bersama Fahiluka Surya Production di GOR Flobamora, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (7/7/2019) mendatang siap membangkitkan sekaligus mengairahkan kembali olahraga tinju yang tengah meredup di Tanah Air.

Partai puncak sebagai pertarungan internasional kelas terbang layang akan mempertemukan Tibo Monabesa (NNT) melawan petinju Australia Omari Kimweri, peringkat 1 kelas light flyweight atau mantan juara silver internasional WBC. Keduanya perebutkan gelar juara Light Flyweight IBO World Title.

Selain Tibo, dua petinju tuan rumah akan beraksi, yakni Defry Palulu (Sumba Timur, NTT) melawan petinju asal Thailand, Panya Uthok memperebutkan gelar juara Super Feather IBO Internasional & WBC Asia. Sementara petinju asal Ngada, NTT John Ruba akan bertarung melawan Joepher Mantano, petinju asal Filipina di kelas Super Lightweight memperebutkan title IBO Oceania dan WBC Asia Title.

Ketua Fahiluka Surya Production, Elisabeth Liu sebagai promotor tinju mengatakan bahwa event tingkat dunia ini baru pertama kali digelar di kota Kupang. Diakui ajang ini sudah dipersiapkan sejak September 2018 lalu.

"Kita melihat beberapa tahun terakhir ini, setelah eranya Chris John dan Daud Jordan berakhir, atau empat tahun terakhir ini kita tidak memiliki juara dunia lagi. Kami melihat ada beberapa petinju NTT yang punya potensi untuk dijadikan sebagai petinju dunia guna mencetak juara tinju dunia, yang baru," di Kempora Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Mantan juara dunia kelas bulu Chris John yakin, NTT punya potensi yang luar biasa dalam melahirkan petinju-petinju berbakat. Menurutnya, ini merupakan yang luar biasa, apalagi potensi petinju yang ada di NTT sangat bagus.

"Harapan saya ke depan, agar daerah-daerah lain bisa menggelar seperti yang dilakukan pihak Fahiluka Surya Production. Mungkin, misalnya di Papua, Ambon, atau Sumatera Utara. Artinya, agar ke depan kita dapat dengan segera melahirkan juara-juara dunia baru," ungkap Chris John.

Petinju Tibo sendiri yang memiliki rekor 19 menang (8 Tko), satu kalah, dan dua imbang, telah melakukan persiapan lebih dari dua bulan di Kupang. Dia juga telah mempelajari lawannya, Kimweri, melalui video yang telah didapatkan timnya. Namun, dalam perebutan gelar juara ini, persiapan itu dinilai kurang banyak. Tapi, dia tetap optimis dapat memberikan kemenangan di depan pendukungnya.

"Persiapan saya kurang lebih dua bulan. Seperti biasa, dalam latihan tinju ada pasti ada program dari pelatih. Saya yakin dengan program selama latihan ini saya optimis bisa menang. Saya juga sudah mempelajari lawan melalui video, saya akan mempersiapkan strategi khusus untuk melawannya," kata Tibo.

Selain itu, petinju berusia 29 tahun ini juga menambahkan bahwa dirinya masih butuh persiapaan yang dinilai masih butuh peningkatan dalam skill bertarungnya. Jadi, dia akan melakukan sparing tanding dengan petinju asal Filipina John Michael Zulueta, pekan depan. Dia adalah juara IBO Oceania, dan akan dimanfaatkan latih tanding, apalagi masih ada waktu yang harus diperbaiki.



Sumber: Suara Pembaruan