Penahanannya Diperpanjang KPK, Imam Nahrawi Malah Bicara SEA Games

Penahanannya Diperpanjang KPK, Imam Nahrawi Malah Bicara SEA Games
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (tengah) mengenakan rompi orange menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Jumat, 27 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Fana Suparman / CAH Kamis, 21 November 2019 | 20:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Perpanjangan masa penahanan ini untuk kepentingan penyidikan kasus dugaan suap dana hibah kepada KONI yang menjerat Imam sebagai tersangka.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan masa penahanan Imam diperpanjang selama 30 hari ke depan terhitung sejak 26 November 2019. Dengan demikian, Imam bakal mendekam di sel tahanan setidaknya hingga 25 Desember 2019.

"IMN (Imam Nahrawi) diperpanjang penahanannya selama 30 hari ke depan," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Baca JugaGugatan Praperadilan Imam Nahrawi Ditolak

Usai diperiksa penyidik, ‎Imam mengaku telah menandatangani perpanjangan penahanannya. Namun, Imam enggan membahas kasusnya. Imam justru meminta masyarakat mendoakan kontingen Indonesia yang akan berlaga pada SEA Games Filipina 2019 yang berlangsung mulai 30 November 2019 hingga 11 Desember 2019 mendatang.

"Doakan ya Indonesia nanti menyongsong SEA Games 2019 di Filipina," kata Imam.

Dalam kasus ini, Imam dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan dana Hibah KONI dan dugaan penerimaan gratifikasi. Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum diduga menerima uang sejumlah Rp 14,7 miliar dalam rentang 2014-2018.

Baca Juga: KPK Apresiasi Pengadilan Tolak Praperadilan Imam Nahrawi

Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam Nahrawi diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar. Dengan demikian, Imam diduga menerima Rp 26,5 miliar yang diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait. 



Sumber: Suara Pembaruan