Ini Manfaat Aktivitas Fisik Secara Teratur

Ini Manfaat Aktivitas Fisik Secara Teratur
Media briefing Ayo Indonesia Bergerak, di Jakarta, Jumat (7/12). ( Foto: Beritasatu Photo / Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Jumat, 7 Desember 2018 | 18:33 WIB

Jakarta - Gaya hidup sedentari atau kurang aktivitas fisik telah menjadi isu kesehatan di Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan terjadi peningkatan jumlah penduduk berusia lebih besar dari 10 tahun yang kurang beraktivitas fisik, yaitu dari 26,1 persen pada 2013, menjadi 33,5 persen pada 2018.

Perilaku sendentari harus dihindari dengan meningkatkan aktivitas fisik secara teratur karena bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit, meningkatkan stamina, menguatkan tubuh, meningkatkan fleksibilitas, mengontrol berat badan serta meningkatkan kualitas hidup.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan (Kemkes), drg Kartini Rustandi MKes, mengatakan, gaya hidup sedentari telah menjadi isu kesehatan di Indonesia. Padahal aktivitas fisik sangat penting karena memiliki banyak manfaat baik bagi tubuh dan memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Untuk mengatasi permasalahan ini, lanjut drg Kartini, pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), yang salah satu fokusnya adalah aktivitas fisik.

"Selain itu, Kemkes juga berupaya untuk membangun 4 pilar sesuai dengan target Global Action Plan for Physical Activity dari World Health Organization (WHO), yaitu menciptakan individu aktif, masyarakat aktif, lingkungan aktif, dan sistem aktif. Salah satunya adalah dengan simbolisasi pelemparan bola Ayo Indonesia Bergerak pada Perayaan Hari Kesehatan Nasional 2018 lalu," kata drg Kartini.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Michael Triangto SpKO, mengatakan, meskipun disibukkan dengan rutinitas sehari-hari, sesungguhnya aktivitas fisik dapat dilakukan dengan mudah di rumah, di tempat kerja, maupun di tempat umum. Contoh mudahnya adalah memilih menggunakan tangga dari pada lift, serta mengikuti kegiatan senam di kantor. Meski begitu, aktivitas fisik harus dilakukan dengan prinsip BBTT (Baik, Benar, Terukur, dan Teratur).

"Baik yaitu aktivitas fisik disesuaikan dengan kondisi fisik dan lingkungan. Benar yaitu aktivitas fisik dilakukan secara bertahap mulai dari pemanasan, latihan inti, dan pendinginan. Terukur yaitu aktivitas fisik dilakukan dengan mengukur inte1nsitas dan waktu latihan. Teratur yaitu aktivitas fisik dilakukan teratur 3 hingga 5 kali dalam seminggu," papar dr Michael.

Lebih lanjut, dr Michael mengatakan, adapun manfaat aktivitas fisik untuk kesehatan adalah meningkatkan kebugaran jasmani, mempertahankan berat badan ideal dan mencegah kegemukan, mengurangi risiko berbagai penyakit tidak menular seperti tekanan darah tinggi, jantung koroner, diabetes.

"Selain itu, aktivitas fisik juga meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi, mengurangi stres, meningkatkan produktivitas kerja, meningkatkan rasa percaya diri, dan membangun rasa sportivitas dan kesetiakawanan sosial," tandasnya.

Selain rutin menjalani aktivitas fisik, drg Kartini menambahkan, Kemkes juga mengimbau masyarakat untuk membatasi kegiatan sedentari. Contoh perilaku sendentari adalah berbaring atau duduk dalam waktu lama, seperti menonton televisi, bermain video game, dan duduk lama di depan komputer, menggunakan lift meskipun akses tangga tersedia.

"Contohnya, menggunakan kendaraan untuk ke sekolah atau mini market walaupun jaraknya dekat dari rumah dan pekerjaan rumah tangga diserahkan kepada pembantu," tutup drg Kartini.



Sumber: Investor Daily
CLOSE