Aktivitas Fisik Rutin Kurangi Risiko Penyakit

Aktivitas Fisik Rutin Kurangi Risiko Penyakit
Ajang olahraga sembari menikmati pesona kaki Gunung Ijen, Banyuwangi Ijen Green Run 2017, mendapat respons positif dari penggemar olahraga lari
Indah Handayani / FER Kamis, 17 Januari 2019 | 23:36 WIB

Jakarta - Pada awal tahun, biasanya seseorang memasang resolusi yang akan dilakukannya. Salah satu yang kerap dicanangkan dam resolusi tersebut adalah menjaga kondisi kesehatan. Untuk mencapai itu, cara yang dilakukan adalah dengan melakukan aktifitas fisik diantaranya adalah dengan berlari.

Dokter timnas sepakbola wanita Indonesia di Asian Games 2018, dr Grace Joselini, menjelaskan, aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat membantu mengurangi risiko terhadap beberapa penyakit, meningkatkan kondisi kesehatan, serta kualitas hidup secara menyeluruh. Sebagai langkah awal, olahraga mendasar seperti lari dapat dijadikan pilihan yang tepat.

"Dengan intensitas sedang hingga tinggi 3 hingga 5 kali per minggu, olahraga lari dapat membantu mencegah obesitas, meningkatkan kebugaran tubuh, hingga akhimya berdampak pada peningkatan produktivitas," ungkap dr Grace di acara konferensi pers Sun Life Resolution Run 2019, Kamis (17/1).

Ia menambahkan, ajang kompetisi lari dapat dimanfaatkan untuk memupuk semangat dan motivasi berolahraga, karena dilakukan secara bersama-sama, serta dapat membantu memacu diri untuk terus berlatih.

"Bagi para peserta kompetisi lari, ada tiga hal panting yang perlu diperhatikan untuk meraih hasil maksimal saat berkompetisi, antara lain menjaga asupan yang sesuai, mengenali kondisi diri, serta melakukan latihan secara rutin," jelasnya.

Namun, kataa dr Grace ada yang perlu diingat. Menjalani pola hidup sehat bukan sekedar mampu menyelesaikan kompetisi dengan baik, namun merupakan komitmen berkelanjutan.

"Hal itu tentunya membutuhkan kesinambungan antara aktivitas fisik rutin, dengan aspek kesehatan lain seperti pola makan yang sehat, serta istirahat yang cukup," pungkasnya.