Pentingnya Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan

Pentingnya Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan
Wanita di atas 30 tahun lebih rentan terkena gangguan kesehatan. ( Foto: Idiva / Idiva )
Indah Handayani / FER Rabu, 15 Mei 2019 | 19:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pada saat menstruasi, risiko infeksi meningkat karena jumlah bakteri buruk di area kewanitaan bertambah dengan tingginya tingkat keasaman pH pada darah yang dikeluarkan. Untuk itu kebersihan area kewanitaan harus lebih diperhatikan ketika menstruasi.

Baca Juga: Hadapi Perubahan Hormon dengan Berolahraga

Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia Dr dr Dwiana Ocviyanti, SpOG (K) menjelaskan untuk menjaga kesehatan area kewanitaan saat menstruasi dimana risiko infeksi meningkat, maka penting sekali upaya membersihkan organ kewanitaan secara teratur. Penggunaan pembersih khusus kewanitaan yang merupakan antiseptik dengan pH sesuai kondisi area kewanitaan serta menggunakan dan mengganti pembalut setiap 4-6 jam sekali sangat dianjurkan. Umumnya panjang siklus menstruasi sekitar 28 hari.

"Namun tidak sedikit yang memiliki panjang siklus berbeda-beda dikarenakan kondisi hormonal yang berbeda juga. Apabila ada gejala yang tidak normal dirasakan saat menstruasi, maka dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter," ungkap dr Dwina di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Baca Juga: Alasan Pentingnya Menjaga Kebersihan Organ Intim

Menurut Dwina, tidak hanya harus rajin dibersihkan pada saat menstruasi, sehari- harinya area kewanitaan juga harus mendapat perhatian khusus agar terhindar dari berbagai ancaman tersembunyi, seperti infeksi jamur, bau tidak sedap, sampai peradangan pada area kewanitaan tersebut. Selain itu ancaman area kewanitaan yang penting diketahui oleh perempuan adalah kanker serviks. Kanker serviks menjadi pembunuh wanita terbesar di Indonesia dengan 15.000 kasus setiap tahunnya. Merawat sendiri area kewanitaan itu penting.

"Tapi bagi yang sudah melakukan kontak seksual, jangan lupa periksa ke dokter secara teratur untuk dilakukan upaya pencegahan kanker serviks, minimal 3 tahun sekali,” papar Dwina.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr Erna Mulati, M.Sc, CMFM, menyatakan menstruasi merupakan proses biologis yang normal dialami oleh perempuan. Idealnya setiap anak perempuan telah mendapat pengetahuan tentang menstruasi sebelum mendapat menstruasi untuk pertama kalinya. Edukasi kesehatan kepada masyarakat kembali digaungkan pemerintah melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

"Salah satunya melalui elemen pendidikan kesehatan dalam Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang menyasar anak usia sekolah dan remaja," tambah Erna.

Country Manager Mundipharma Indonesia, Mada Shinta Dewi mengatakan penyebarluasan informasi tersebut bisa dilakukan melalui media sosial dan Buku Saku 'Sehat dan Bersih Saat Menstruasi' yang bisa menjadi panduan dalam menjaga area kewanitaan dan diharapkan masyarakat bisa memahami bahwa pembersih kewanitaan untuk sehari-hari dan saat menstruasi itu berbeda. Menstruasi tidak boleh menjadi halangan bagi perempuan untuk melakukan aktivitas rutin mereka.

Mada menjelaskan, empat hal yang ingin disampaikan melalui kampanye ini adalah Tahu-Paham-Jaga-Rawat. "Kami berharap, kampanye ini menjadi ajakan bagi para perempuan untuk menerapkan langkah-langkah tersebut dalam menjaga area kewanitaan mereka," pungkas Mada.



Sumber: BeritaSatu.com