Tips Penyimpanan dan Pengolahan Daging Kurban

Tips Penyimpanan dan Pengolahan Daging Kurban
Pembagian daging kurban. ( Foto: Antara / Syifa Yulinnas )
/ FER Minggu, 11 Agustus 2019 | 16:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyimpanan daging kurban menjadi penting dilakukan dengan tepat, untuk mencegah pembusukan. Apabila daging kurban yang didapat sudah bersih dan ingin diolah kemudian hari, bisa langsung disimpan di dalam lemari pendingin tanpa perlu dicuci terlebih dulu.

Namun, apabila daging yang diterima terkena kotoran, mau tidak mau harus dicuci lebih dulu untuk membersihkan kotorannya. Masyarakat diingatkan untuk mencuci daging dengan air yang terjamin kebersihannya seperti air kemasan dalam galon.

"Kalau air seperti air galon terjamin kebersihannya nggak masalah. Kalau air keran itu kan air mandi sama cuci pakaian, bukan air untuk makanan. Apalagi kalau ke sungai, pasti banyak bakteri pembusuk," kata Ketua Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Prof Hardinsyah, seperti dilansir Antara, Minggu (11/9/2019).

Hardinsyah menyarankan untuk menyimpan daging sudah dipotong-potong sesuai porsi dan menu yang akan diolah kemudian. Gunakan kotak penyimpanan makanan ketimbang disimpan dengan plastik.

Jika daging akan diolah dalam satu atau dua hari ke depan, simpan di bagian tengah atau di tempat daging yang memiliki suhu antara 8 hingga 12 derajat celcius. Namun jika daging disimpan dalam jangka waktu yang lama, berminggu-minggu hingga satu bulan, simpan di freezer atau bagian pembeku dengan suhu minus.

Pengolahan Daging Kurban

Pengolahan daging yang tidak tepat, dinilai dapat menghilangkan kandungan gizi di dalamnya. Contohnya, menu soto daging yang dipanaskan berkali-kali pada sore dan malam hari akan membuat kandungan vitamin dalam daging menghilang karena suhu tinggi.

Biasanya, banyak masyarakat yang juga mengolah daging kurban dengan cara dibakar atau membuat sate. Hardinsyah mengingatkan agar tidak memakan bagian daging yang gosong menjadi arang karena merupakan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker.

Bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit hipertensi juga disarankan agar tidak mengolah daging kurban dengan kadar garam yang tinggi. Daging merah juga banyak mengandung lemak, masyarakat sebaiknya tidak mengonsumsi bagian lemak daging terlalu banyak.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak mengonsumsi daging secara berlebihan karena bisa berakibat buruk yang dirasakan secara langsung.



Sumber: ANTARA