Ayo! Kenali Gejala Obesitas pada Anak

Ayo! Kenali Gejala Obesitas pada Anak
Bocah penderita obesitas ekstrem asal Karawang, Arya Permana, (kanan) diantar orang tuanya ke Sekolah Dasar Negeri Cipurwasari, Kampung Pasir Pining, Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Jabar, 18 Juli 2016. Berbeda dengan teman-temannya, bocah berusia 10 tahun yang memiliki berat badan 190 kilogram itu tidak memakai seragam sekolah, karena tidak ada seragam sekolah dasar yang cukup dengan ukuran badannya yang sangat besar. Antara/M. Ali Khumaini
Unggul Wirawan / WIR Senin, 16 September 2019 | 10:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Temuan kasus obesitas anak di Karawang, Jawa Barat memicu kekhawatiran tentang masa depan generasi penerus bangsa. Pasalnya, kondisi obesitas akan mempermudah terjadinya berbagai penyakit. Berikut, ada sejumlah gejala obesitas pada anak dan cara menghindarinya.

Menurut dr Michael Triangto, SpKO - spesialis kedokteran olahraga di RS Mitra Kemayoran dan Direktur Slim and Health Sport Centre Jakarta, obesitas pada anak akan mempermudah terjadinya penyakit-penyakit pada anak-anak tersebut seperti resitensi insulin dan DM tipe 2, hipertensi, hiperlipidemia, gangguan jantung, gangguan pada hati dan ginjal, gangguan pada sendi.

Keluhan-keluhan yang sering muncul pada mereka yang mengalami obesitas adalah gangguan bernapas, sleep apnue (sesak napas saat tidur), gangguan konsentrasi, mudah lelah yang tentunya akan menurunkan kemampuan belajar dan ketidakmampuan untuk memobilisasi diri sendiri.

Michael menambahkan keadaan ini mendesak kita untuk memberikan perhatian lebih pada kasus ini karena masa depan bangsa bergantung pada tingkat kesehatan mereka saat ini. Jika obesitas anak ini terabaikan maka pada akhirnya akan menurunkan kualitas angkatan kerja kita di masa mendatang dan menurunkan kemampuan negara dalam berkompetisi di tingkat dunia.

“Secara klasik, mengatasi obesitas pada pasien dewasa adalah dengan mengurangi asupan kalori melalui program diet yang sehat dan meningkatkan aktivitas fisik, namun hal ini tidak dapat langsung diaplikasikan pada anak karena mereka bukanlah miniatur orang dewasa. Oleh sebab itu perlu disiapkan strategi khusus dalam mengatasi kasus ini dan bukan hanya diselesaikan dengan jalan operasi bariatrik,” paparnya.

Menurut dr Michael Triangto, ada sejumlah strategi mengatasi obesitas yakni: Pertama, mengubah pola makan yang ada dan bukan dengan diet ketat semata karena pasiennya adalah anak yang masih membutuhkan pertumbuhan tubuh yang optimal. Kedua, Meningkatkan aktivitas fisik dalam bentuk permainan dan bukan latihan beban yang nantinya meningkatkan risiko cedera (perlu diingat bahwa mereka meski bertubuh “bongsor” namun sebenarnya pertumbuhannya masih belum selesai), menjaga motivasi anak untuk mau tetap melakukan aktivitas fisik karena latihan yang dilakukan dirasakan sebagai bagian dari permainan dan bukan keharusan melakukan “olahraga”.

Strategi ketiga, yang bisa dilakukan adalah Meningkatkan motivasi melalui pendidikan yang mampu dipahami oleh sang anak agar ia tetap mau melakukan diet juga aktivitas fisik secara teratur. Strategi keempat adalah Mendidik orangtua anak agar tidak selalu mengizinkan apa yang diminta atau direngekkan oleh anaknya. Hal ini penting untuk disadari oleh orang tua karena salah satu faktor terjadinya obesitas pada anak mereka adalah karena seringkali para orangtua membebaskan anaknya untuk mengonsumsi makanan dengan memberikan uang jajan tanpa mempertimbangkan faktor gizi yang perlu dan tidak perlu dikonsumsi oleh sang anak.

Sementara, strategi kelima, kata Michael, untuk menunjang keberhasilan program ini tentunya harus dibentuk tim yang terdiri dari berbagai bidang keilmuan baik kedokteran maupun yang di luar kedokteran.

Michael juga menambahkan bahwa berbagai tahapan pengobatan yang harus dijalani oleh pasien obesitas tidak hanya memakan waktu, tenaga, kesabaran namun juga dana yang besar, oleh sebab itu pencegahan terjadinya obesitas menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Tahapan pengobatan hanya dapat dilakukan dengan baik bilamana negara turut serta dalam mengatasinya dengan mendorong terlaksananya edukasi pada masyarakat dan kerja sama lintas sektoral karena masalah obesitas dan kesehatan ini erat kaitannya dengan bidang industri, ekonomi, hukum, iptek, telekomunikasi dan bidang-bidang lainnya.



Sumber: Suara Pembaruan