Animasi Berperan dalam Pembentukan Karakter Anak

Animasi Berperan dalam Pembentukan Karakter Anak
Dari kiri, Sales Director Frisian Flag Indonesia, Irawan, General Manager Alfamart Hendra, dan Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro berfoto bersama karakter Zuzhu dan Zazha di Jakarta, Rabu (2/10/2019). ( Foto: Frisian Flag Indonesia / Dokumentasi )
Indah Handayani / FER Jumat, 4 Oktober 2019 | 15:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ternyata, karakter animasi tidak hanya menjadi hiburan semata. Pasalnya, animasi dapat dimanfaatkan sebagai media dalam membantu pembentukan karakter anak.

Psikolog, Putu Andani, M.Psi menjelaskan, karakter animasi dapat menjadi salah satu media untuk mengajarkan dan menanamkan perilaku dengan cara yang menyenangkan, apalagi di era digital seperti saat ini. Karena, ketika anak memasuki masa middle childhood (kurang lebih usia 6-12 tahun), faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter anak semakin meluas, bukan hanya orang tua, teman, guru, namun konten atau hiburan yang dikonsumsi juga sangat mempengaruhi.

"Pada kenyataannya, anak-anak menghabiskan rata-rata 2 jam hingga 3 jam per hari untuk menonton konten digital, baik di televisi maupun di internet," ungkap Putu Andani dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (4/10).

Menurut Putu, untuk membantu anak menginternalisasi karakter positif yang terdapat pada konten animasi seperti kejujuran, empati, optimis, ramah, ceria, inovatif, dan sebagainya, dibutuhkan pendampingan intens dari orang tua, serta tentunya pemenuhan nutrisi harian yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan otak anak.

"Ketika mendampingi anak menonton konten animasi, orang tua wajib mengetahui alur cerita dan sifat dari setiap karakter secara baik. Sehingga, tetap ada pengawasan, sekaligus menjadi momen diskusi yang mengalir dan interaktif bersama anak,” jelasnya.

Animator Indonesia, Bambang Gunawan Santoso turut berbagi pengalaman tentang bagaimana karakter animasi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan membiasakan pola hidup sehat pada anak. Dari segi visual, paduan warna-warna cerah pada konten animasi dapat dimanfaaatkan untuk menarik perhatian anak.

"Tidak kalah penting, pemilihan alur cerita menjadi nyawa sekaligus kendaraan utama, dalam menyampaikan pesan baik yang ingin ditanamkan, agar dapat diterima dengan mudah oleh anak-anak," jelas Bambang.

Head of Ready to Drink Category Frisian Flag Indonesia, Aliah Shalihah, menambahkan, pihaknya memperkenalkan karakter animasi edukatif, yang diberi nama Zuzhu dan Zazha. Terinspirasi dari tetesan susu yang memiliki banyak manfaat kebaikan, duo karakter ini ada di kemasan baru susu cair Frisian Flag Milky yang hadir dalam dua pilihan ukuran (115 ml dan 180 ml).

"Kehadiran karakter animasi ini adalah upaya menanamkan kebiasaan baik sejak dini. Kami berharap kehadiran sosok Zuzhu dan Zazha dapat menjadi alternatif konten edukasi menarik bagi anak, guna menanamkan pesan budi pekerti yang baik, membiasakan pola hidup sehat, sekaligus pengenalan terhadap susu sebagai pilihan minuman sehat dan aman, yang mendukung penerapan gaya hidup sehat sejak dini," pungkas Aliah.



Sumber: Investor Daily