Aktivitas Fisik Jadikan Anak Lebih Bahagia

Aktivitas Fisik Jadikan Anak Lebih Bahagia
Ilustrasi anak Papua. ( Foto: Antara )
Dina Manafe / FER Minggu, 27 Oktober 2019 | 22:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat berdampak pada menurunnya aktivitas fisik anak-anak. Padahal World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar anak berusia 5 tahun hingga 17 tahun beraktivitas fisik minimal 60 menit dalam sehari dan tiga kali dalam seminggu.

Dokter sekaligus pakar parenting, dr Andyda Meliala, mengatakan, aktivitas fisik akan membuat anak merasa lebih bahagia. Sebab aktivitas fisik dapat memicu pertumbuhan otak dan pengeluaran endorphin atau disebut juga hormon kebahagiaan.

Aktifitas fisik merupakan satu dari empat pilar kesehatan yang menurut Andyda penting diperhatikan untuk menjaga daya tahan tubuh, yakni tidur, inteligensi atau sehat pikiran, makan atau asupan yang baik, dan olahraga atau aktivitas fisik.

Untuk aktivitas fisik pada anak-anak usia 5 tahun hingga 17 tahun, menurut Andyda, sebaiknya difokuskan pada tiga hal yakni aerobik, penguatan otot, dan penguatan tulang. Kegiatan aerobik bisa dengan berlari, melompat-lompat, dan menari. Aktivitas aerobik ini dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi. Sementara aktivitas untuk kekuatan otot ada pada permainan dengan menggunakan alat bermain, tarik-menarik, dan memanjat pohon.

"Sedangkan olahraga untuk kekuatan tulang biasanya berasal dari kegiatan tumbukan seperti berlari, lompat tali, olahraga basket, dan tenis,” kata Andyda pada diskusi kesehatan bertemakan 'Pentingnya Aktivitas Fisik untuk Stimulus Daya Tahan Tubuh Si Kecil Bersama Stimuno”, Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

Menurut Andyda, aktivitas fisik membuat antibodi atau sel darah merah akan bersirkulasi lebih cepat, sehingga dapat mendeteksi penyakit lebih awal. Tidak hanya itu, kenaikan singkat suhu tubuh selama dan sesaat setelah aktivitas ini juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Kenaikan suhu ini dapat membantu tubuh melawan infeksi dengan lebih baik.

Untuk mendorong anak menjalani aktivitas fisik, Andyda menyarankan untuk menjadikannya sebagai gaya hidup. Orang tua bisa mengajak anak diskusi untuk mengetahui aktivitas apa yang bisa dilakukan sehari-hari. Intinya harus ada dukungan yang kuat terhadap ekosistem untuk aktivitas fisik anak, baik di rumah, di sekolah, dan di mana pun.

Untuk mendukung aktifitas fisik anak, Stimuno Timo Land menghadirkan Timo Land School to School. Program ini mengajak anak-anak sekolah dasar yang ada di hampir seluruh kota di Indonesia dan juga event Stimuno Timo Land yang ada di pusat perbelanjaan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya, melakukan kompetisi aktivitas fisik.

Kompetisi ini dibagi dua kategori, yakni seni dan olahraga. Kategori seni terdiri dari tari tradisional, tari modern, dan vocal group. Kategori olahraga meliputi free style ball, seni bela diri, dan hula hoop. Final kompetisi akan digelar di bulan Oktober di Jakarta dengan melibatkan sekitar 120 sekolah dasar di area Jabodetabek.



Sumber: Suara Pembaruan