Pentingnya Ibu Hamil Melakukan Perawatan Kulit

Pentingnya Ibu Hamil Melakukan Perawatan Kulit
Direktur Marketing Klinik Sakti Medika, Elvira Megasari Saragih S.Kom, MBA, dalam acara "Community Gathering: Kesehatan Optimal bagi Ibu dan Anak Harus Dikonsultasikan dan Dilakukan oleh Ahli yang Tepat" di Klinik Sakti Medika, Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat)
Indah Handayani / FER Kamis, 19 Desember 2019 | 23:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Selama masa kehamilan, banyak perubahan yang terjadi pada seorang wanita, antara lain, mual muntah pada awal kehamilan, daya tahan tubuh menurun, peningkatan metabolisme tubuh, pegal-pegal, stres, terjadi peregangan kulit akibat berat badan naik, dan keadaan ini berlanjut setelah melahirkan dan masa menyusui. Selain itu, tak sedikit ibu yang menemui kendala dalam produksi ASI dan mengalami baby blues syndrome.

Masalah tak hanya muncul pada sang ibu, kondisi kulit pada bayi baru lahir sampai balita lebih tipis dibandingkan dengan kulit orang dewasa sehingga membuatnya lebih rentan mengalami permasalahan kulit.

Agar masalah kesehatan diri dan si kecil segera dapat teratasi dengan cepat dan tepat, penting bagi calon ibu dan ibu menyusui untuk mengonsultasikan masalahnya kepada ahli yang tepat untuk mendapatkan penanganan optimal.

Direktur Marketing Klinik Sakti Medika, Elvira Megasari Saragih, S Kom, MBA, menyatakan, pihaknya melihat sampai saat ini masih banyak pemahaman yang tidak tepat mengenai perawatan kesehatan dan kecantikan pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak.

“Kebanyakan orang menganggap ibu hamil dan ibu menyusui tidak boleh melakukan perawatan, akibatnya ibu sering merasa kurang percaya diri akan penampilannya karena gangguan kulit yang dialami tidak cepat teratasi. Hal yang serupa pun terjadi pada si kecil,” jelas Elvira saat perayaan Anniversary Klinik Sakti Medika, di Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Elvira mengatakan, pihaknya ingin terus mengedukasi masyarakat, khususnya kaum ibu, agar dapat mengenali masalah kesehatan diri dan si kecil dan memilih ahli dan sarana yang tepat sehingga mendapatkan penanganan dan solusi yang sesuai dan optimal.

“Pastikan permasalahan kulit ibu dan anak dikonsultasikan ke dokter SpKK yang memiliki Surat Izin Praktek (SIP) yang nomornya ditampilkan jelas di lokasi praktek, di bawah masing-masing nama dokter yang bersangkutan,” ujar Elvira.

Founder Klinik Sakti Medika, dr Tina Wardhani Wisesa, menyampaikan, setiap perempuan berhak memiliki kulit sehat dan cantik dalam berbagai kondisi yang dijalani, termasuk masa kehamilan dan menyusui.

“Perubahan kulit seperti kulit berminyak dan jerawat, melasma (topeng kehamilan), hiperpigmentasi pada lipatan kulit, gatal, stretch mark, selulit, varises, dan infeksi jamur harus segera dikonsultasikan kepada ahli yang tepat yaitu dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (SpKK) untuk mendapatkan penanganan yang tepat, aman, dan optimal,” kata dr Tina.

Selain itu, gangguan kulit juga dapat terjadi pada bayi karena strukturnya lebih tipis dan masih dalam tahap perkembangan sehingga rentan terhadap bahan iritan dan infeksi. Kasus yang banyak terjadi adalah eksim susu dan ruam popok. Eksim susu adalah bercak-bercak merah di pipi yang dipengaruhi oleh faktor pemicu seperti genetik, suhu ekstrim, atau debu dan bukan karena dampak terkena ASI.

“Eksim popok muncul karena penggunaan popok sekali pakai (disposable diaper) yang melebihi daya tampungnya sehingga kulit menjadi lembap. Menghindari faktor pemicu dan perawatan kulit yang tepat, akan membuat kulit bayi tetap sehat dan terhindar dari gangguan kulit,” jelas dr Tina Wardhani Wisesa.



Sumber: Investor Daily