8 Cara Sederhana Menghindari Penyakit Pascabanjir

8 Cara Sederhana Menghindari Penyakit Pascabanjir
Ilustrasi pascabanjir. (Foto: Antara / Reno Esnir)
Dina Manafe / FER Sabtu, 4 Januari 2020 | 20:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Banjir yang melanda wilayah Jabodetabek selama beberapa hari belakangan ini tidak hanya menyebabkan kerusakan secara material, namun juga masalah kesehatan.

Menkes: 11.000 Tenaga Kesehatan Telah Disiagakan

Masyarakat diminta untuk waspada terhadap penyakit yang akan timbul pascabanjir. Caranya, hindari faktor risiko dengan berperilaku hidup bersih dan sehat.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), dr Adib Khumaidi, mengatakan, beberapa penyakit berpotensi muncul dan meningkat kasusnya pascabanjir. Di antaranya, leptospirosis yang disebabkan karena air banjir yang kotor bercampur dengan kotoran tikus dan sampah.

"Selain sampah dan kotoran yang bercampur dalam air banjir, dikuatirkan juga ada hewan liar serta pecahan benda-benda tajam yang turut dalam arus banjir tersebut," kata Adib dalam keterangan resmi yang diterima Suara Pembaruan, Sabtu (4/1/2020).

Modena Indonesia Bantu Korban Banjir Jabodetabek

Mengingat musim hujan dan cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga dua bulan mendatang dan dikhawatirkan adanya banjir susulan atau berulang, PDEI mengimbau masyarakat agar mencegah munculnya penyakit-penyakit terkait.

"Jika ada keluhan kesehatan lebih lanjut segera berobat ke dokter di puskesmas atau posko kesehatan," tandas Adib.

Berikut, sejumlah cara sederhana untuk menghindari berbagai jenis penyakit yang kemungkinan timbul pascabanjir.

1. Hindarkan anak-anak untuk bermain air banjir, agar terhindar dari berbagai jenis penyakit yang mungkin timbul sesudahnya.

2. Upayakan selalu tidak merendam kaki dalam air banjir, kecuali untuk upaya penyelamatan.

3. Segera ganti pakaian basah dengan pakaian kering untuk mencegah timbulnya hipotermia. Berbeda dengan kedinginan biasa, hipotermia bisa berakibat fatal seperti gangguan pernapasan hingga kematian.

4. Lindungi anggota tubuh dengan mengenakan sarung tangan dan sepatu boots apabila harus terjun ke dalam air banjir.

5. Kenakan masker sewaktu membersihkan rumah dari kotoran air banjir serta hindari luka yang dapat berpotensi masuknya kuman.

6. Konsumsi makanan dan minuman yang higienis. Banyak minum air putih daripada minuman jenis lainnya untuk menjaga agar asam lambung tetap seimbang, serta juga tidak mengonsumsi makanan pedas

7. Konsumsi makanan yang segar dan perhatikan waktu kadaluarsa. Jangan lupa untuk mencuci tangan pakai sabun atau antiseptik sebelum makan.

8. Siapkan selalu persediaan obat-obat sederhana seperti penurun panas, obat lambung dan diare serta vitamin terutama untuk anak-anak dan balita.



Sumber: Suara Pembaruan