Masker yang Mana untuk Mencegah Virus?

Masker yang Mana untuk Mencegah Virus?
Penumpang kereta di Tiongkok menggunakan masker sebagai alat perlindungan terhadap virus pneumonia di Kota Wuhan. ( Foto: istimewa )
Winda Ayu Larasati / WIN Selasa, 28 Januari 2020 | 15:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Virus korona atau novel coronavirus tengah merebak di sejumlah negara khususnya Tiongkok. Hingga saat ini, belum ada temuan untuk menyembuhkan virus yang disinyalir berasal dari hewan tersebut. Namun, saat ini kita bisa mencegahnya dengan menggunakan masker. Masker seperti apa yang bisa kita gunakan untuk menghalau virus tersebut?

Masker dinilai efektif melindungi kita dari risiko penyebaran virus, hal itu terbukti dalam penelitian yang dipublikasikan pada International Journal of Infectious Disease, penggunaan masker yang benar bisa menurunkan risiko diagnosis seperti flu sebanyak 80 persen lebih rendah.

Ada dua jenis masker yang dapat dipilih yakni surgical mask dan masker N95. Surgical mask merupakan jenis masker sekali pakai yang biasa digunakan tenaga medis saat menangani pasien. Surgical mask mudah ditemukan dan harganya terjangkau.

Sementara masker N95 untuk menghalangi partikel besar maupun partikel kecil di udara yang mengandung virus. Nama N95 berasal dari kemampuannya yang dapat menyaring 95 persen partikel di udara.

Selain untuk pencegahan penyakit, masker N95 digunakan para pekerja saat berkutat di area penuh paparan zat bahaya. Hal tersebut membuat masker ini memiliki perlindungan ekstra.

Dari dua atau lebih jenis masker yang ada, tentu para ahli memiliki pendapat masing-masing untuk pemakaian dan pencegahan terhadap suatu virus. Namun, jika dilihat dari kemampuannya, masker N95 lebih direkomendasikan penggunaannya untuk pencegahan virus korona karena dinilai lebih efektif dalam menyaring partikel udara.

Namun, penggunaan masker N95 sebagai pencegahan coronavirus tidak disarankan untuk pemakaian sehari-hari. Direktur Eksekutif Pusat Nasional untuk penyakit menular di Singapura Leo Yee Sin mengatakan ketika menggunakan masker N95 dan masih bernafas lega, artinya masker tersebut tidak digunakan dengan tepat.

Masker N95 biasanya dianjurkan untuk para staf medis. Urgensi masker N95 untuk publik hanya meningkat di situasi tertentu seperti adanya asap kabut. Penggunaannya juga tidak disarankan terlalu lama karena membuat Anda sulit bernapas.

Hal itulah membuat surgical mask menjadi rekomendasi jika tujuannya untuk pencegahan infeksi virus korona. Anda bisa mengganti masker dengan yang baru selama beberapa jam sekali ketika masker sudah terasa lembab.

Hal lain yang bisa Anda lakukan untuk pencegahan virus korona yakni mencuci tangan dengan sabut setelah beraktivitas dan menghindari menyentuh wajah sebelum mencuci tangan. Ikuti pola makan sehat, berolahraga, dan istirahat cukup.



Sumber: Hello Sehat