Zumba Fitness Tingkatkan Rasa Percaya Diri

Zumba Fitness Tingkatkan Rasa Percaya Diri
Zumba (sumber: Investor Daily/IST)
Indah Handayani / FER Selasa, 4 Februari 2020 | 21:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Data Global Health Data Exchange Survey 2017 menunjukkan, sebanyak 27,3 juta orang di Indonesia mengalami gangguan mental, dengan 8,4 juta di antaranya mengalami gangguan kecemasan dan yang lainnya mengalami depresi hingga gangguan perilaku.

Psikolog sekaligus Pendiri Rumah Dandelion, Carmel Riyadhni SPsi, menyatakan, latihan kebugaran dalam sebuah grup seperti kelas dance-fitness Zumba bermanfaat dalam mengelola tingkat kesehatan mental yang sehat.

"Percaya diri dimulai dari pikiran dan dapat mengubah cara memahami nilai diri sendiri. Hal itu membutuhkan upaya pada diri sendiri untuk mengelola tingkat kesejahteraan mental yang sehat. Penting untuk menjadi disiplin dalam menjaga latihan mental dan fisik, serta menyeimbangkan kehidupan pribadi dan sosial," ujar Carmel Riyadhni dalam keterangan persnya, Selasa (4/2/2020).

Zumba fitness, merupakan latihan olah tubuh secara menyeluruh yang menggabungkan gerakan tarian dan irama musik, yang tidak hanya membuat orang berolahraga, tetapi juga merasa lebih bahagia setelah mengikuti setiap kelas.

Carmel menambahkan, mungkin tidak bisa memulihkan secara cepat, tetapi kelas Zumba memberikan pengalaman berharga bagi mereka yang memiliki kecemasan atau gangguan perilaku.

"Selain itu, sebagai aktivitas sosial kelompok, latihan ini membantu melepaskan lebih banyak endorfin, meningkatkan kadar serotonin, serta menghasilkan oksitosin, yang merupakan hormon pereda nyeri dan penambah rasa gembira,” kata Carmel.

Sebuah penelitian dari McGill University di Montreal, Quebec, Kanada, juga menelaah bahwa mendengarkan musik memengaruhi suasana hati kita karena dopamin, senyawa kimia yang mengirimkan sinyal dari tubuh ke otak.

Menurut Carmel, keseimbangan dopamin yang tepat sangat penting untuk kesejahteraan fisik dan mental. Dopamin berperan dalam mengendalikan gerakan yang dilakukan seseorang, serta respons emosionalnya.

"Dalam sebuah musik ada ritme dan tempo, dan merupakan respons tubuh secara alami untuk menyelaraskan diri dengan musik. Apakah itu berupa goyangan ringan atau gerakan tubuh secara keseluruhan," tambah Carmel.

Zumba Education Specialist Education (ZES), Popy Zahari Poza menambahkan, setelah siswa baru mengatasi rasa malu mereka dan mulai bergerak bebas mengikuti ritme, seseorang dapat melihat bagaimana ekspresi wajah mereka berubah dari gugup menjadi senyum penuh dan bahkan tawa, dan itu yang ingin dilihat instruktur di akhir setiap kelas.

"Transformasi tubuh akan terjadi selama mereka tetap disiplin, namun pancaran kegembiraan itulah yang memotivasi kami untuk mengajar kelas Zumba," tutup Poppy.



Sumber: Investor Daily