Wabah Corona, Ini Tips Bikin Anak Betah di Rumah

Wabah Corona, Ini Tips Bikin Anak Betah di Rumah
Ilustrasi keluarga menggunakan internet. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Dina Manafe / FER Kamis, 19 Maret 2020 | 16:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekolah-sekolah di DKI Jakarta dan sejumlah daerah diliburkan untuk sementara waktu. Proses belajar dilakukan secara daring atau online. Ini salah satu bagian dari kebijakan social distancing atau pembatasan jarak sosial pemerintah untuk mengendalikan penyebaran virus corona baru atau codiv-19.

Baca: Jokowi Perintahkan Tes Cepat Corona Segera Dilakukan

Berada di rumah saja bisa jadi membuat anak bosan dan tidak bersemangat belajar. Nah, Psikolog Anak Universitas Indonesia (UI), Rose Mini Agoes Salim memberikan beberapa tips bagi para para orang tua untuk menghadapi situasi ini.

Pertama, menurut Rose, pada saat seperti ini kreativitas orang tua harus ditingkatkan. Orang tua dituntut membuat anak tidak merasa bosan di rumah.

Kedua, memastikan anak melaksanakan tugas sekolah. Sekolah sudah membuat pembelajaran jarak jauh. Ada yang diberikan guru secara online, ada pula yang dikirimkan ke orang tuanya. Tugas orang tua adalah memastikan bahwa anak melaksanakan tugas yang diberikan guru, dan meng-upload kembali tugas tersebut.

Ini penting karena akan menjadi bahan bagi guru untuk mengevaluasi anak, dan melihat apakah mereka sudah mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan sekolah. Kalau ada guru yang masih ingin melihat capaian anak melalui video, orang tua tidak perlu keberatan. Semua itu semata untuk melihat hasil capaian anak adalah benar dilakukan anak, bukan orang tua.

Baca: Tips Liburan Aman Tanpa Khawatir Virus Corona

"Kerja sama dengan guru atau sekolah, sehingga orang tua tahu apa yang ingin dicapai oleh sekolah dari anak kita,” kata Rose dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Ketiga, buat jadwal teratur. Berada di rumah bukan berarti liburan. Semua aktivitas harian harus tetap dilakukan. Yang terbiasa bangun pagi jam 05.00, lalu sikat gigi, mandi, dan sarapan sebelum berangkat sekolah harus tetap dilakukan. Termasuk bila ada aktivitas olah raga.

"Belajar lebih fleksibel di rumah, tapi bukan berarti tidak belajar. Orang tua harus mendisiplinkan anak soal ini, tetapi orang tua pun harus disiplin. Jangan anak diminta ikut aturan tapi orang tua tidak melakukannya,” kata Rose.

Keempat, bantu anak memahami materi yang dipelajari. Jelaskan dengan baik pada anak apa yang diharapkan oleh guru. Jangan sungkan menghubungi guru lewat telepon agar tahu apa yang diharapkan guru, sehingga tidak salah mengarahkan anak.

Baca: Jokowi Minta Imbauan Social Distancing Makin Digencarkan

Kelima, buat suasana belajar yang nyaman. Belajar tidak harus selalu duduk manis di meja belajar atau meja makan. Sekali-sekali belajar di ruang tengah, halaman atau kebun di dalam. Jangan di taman luar rumah, di mana orang lalu lalang.

Keenam, gunakan cara belajar yang menyenangkan. Tidak perlu marah jika anak lambat memahami apa yang diajarkan. Saat sepert ini justru saat yang tepat untuk melakukan hubungan dekat orang tua dengan anak. Karena mungkin di hari biasanya saat mengajarkan anak, orang tua sering emosi.

Ketujuh, ciptakan aktivitas bersama. Selama sekolah diliburkan ini, kemungkinan anak-anak akan lebih punya banyak waktu luang. Selesai mengerjakan tugas sekolah, apa yang dilakukan anak dengan waktu yang tersisa. Ini tugas orang tua untuk membuat aktifitas keluarga.

"Misalnya buat satu project yang dilakukan bersama. Misalnya bikin satu masakan, seperti kue, di mana masing-masing anak ikut membantu dan andil melakukannya," kata Rose.



Sumber: BeritaSatu.com