Hadapi Pandemi Corona, Ini Kiat Cerdas Meredam Panic Buying

Hadapi Pandemi Corona, Ini Kiat Cerdas Meredam Panic Buying
Warga mengantre untuk membeli beras dan gula pasir saat digelar operasi pasar murah di halaman Kantor Bulog Divre Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 21 Maret 2020. Pasar murah tersebut digelar guna mengantisipasi adanya panic buying akibat dampak penyebaran Covid-19. ( Foto: Antara Foto )
Dina Fitri Anisa / EAS Minggu, 22 Maret 2020 | 16:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam kondisi sekarang ini, di mana semua orang ketakutan dengan pandemi corona (Covid-19) yang melanda Indonesia, aksi panic buying kemungkinan bisa terjadi. Selain kebutuhan bahan pokok, ada dua barang yang menjadi incaran banyak orang, masker dan hand sanitizer. Alhasil, kini kedua barang tersebut semakin sulit dicari atau langka. Kelangkaan inilah yang menjadi konsekuensi nyata dari panic buying.

Demi mengatasi kepanikan yang terjadi saat ini, Dicky Palupessy, Wakil Sekjen Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, membagikan kiat cerdas untuk meredam panic buying.

Hal pertama yang bisa dilakukan masyarakat adalah membuat pikiran tetap berada di atas tingkat kecemasan dirinya. Dalam artian, masyarakat harus berupaya mengatasi kecemasan dirinya, serta hanya bertindak dari infromasi resmi dan juga benar.

"Membeli banyak hal memang dapat membantu mengatasi kecemasan dalam jangka pendek, dan membantu orang untuk mengendalikan diri. Namun, lebih baik masyarakat mengatasi kecemasan jangka panjang dengan metode yang lebih sehat,” ungkapnya.

Hal kedua yang bisa dilakukan adalah cerdas dalam berbelanja, itulah anjuran yang diberikan Dicky agar masyarakat bisa membeli kebutuhannya secara rasional. Dalam arti, saat ini masyarakat perlu menyadari untuk membeli barang yang cukup untuk keluarga dan sesuai kemampuan. Salah satu caranya adalah dengan membuat list atau daftar belanja.

“Yang membutuhkan barang-barang pokok itu bukan hanya Anda atau keluarga Anda saja. Orang lain juga membutuhkan barang yang sama dengan Anda. Kesadaran ini yang harus berada di atas kecemasan kita,” bebernya.

Setelah kesadaran untuk berbagai ini tergabung, hal ketiga yang perlu diingat adalah keselamatan diri saat berbelanja.

"Jangan lupa untuk menjaga jarak dengan pembeli atau pedagang yang ada di pasar, selalu menjaga kebersihan tangan, dan apabila memungkinkan masyarakat bisa beralih untuk berbelanja di toko online" saran Dicky.



Sumber: BeritaSatu.com