Milan Menang Telak Setelah Tertinggal, Ini Kata Gattuso

Milan Menang Telak Setelah Tertinggal, Ini Kata Gattuso
Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso ( Foto: AFP Photo )
Jaja Suteja / JAS Jumat, 30 November 2018 | 06:48 WIB

Milan – Pelatih Milan Gennaro Gattuso memuji performa pasukannya yang mampu bangkit dan menang telak meski sempat tertinggal. Dalam pertandingan di Stadion San Siro, Kamis (29/11) atau Jumat dini hari WIB, tuan rumah menang 5-2.

Milan unggul lebih dulu melalui Patrick Cutrone pada menit ke-21. Namun gawang tuan rumah yang dijaga Pepe Reina dua kali dibobol tim asal Luksemburg itu masing-masing oleh Dominik Stolz pada menit ke-39 dan David Turpel (49).

Mereka menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Stelvio pada menit ke-66. Empat menit kemudian, Milan balik memimpin melalui aksi Hakan Calhanoglu.

Pemain Dudelange, Tom Schnell juga mencetak gol bunuh diri pada menit ke-78. Fabio Borini melengkapi kemenangan tuan rumah menjadi 5-2 pada menit ke-81.

Milan hanya butuh hasil imbang untuk memastikan lolos ke 32 besar pada pertandingan terakhir babak grup melawan Olympiakos pada 13 Desember mendatang. Kalaupun kalah 0-1, skuat Gennaro Gattuso tetap melaju. Namun jika kalah 0-2 atau lebih barulah mereka tersisih.

“Setelah mereka menyamakan skor perasaan takut mulai melanda kami. Kami sudah bermain dengan benar sampai titik itu,” kata Gattuso kepada Sky Sport Italia.

“Tak ada pertandingan yang mudah. Dudelange tahu bagaimana mengalirkan bola. Mereka tak memiliki stamina yang bagus dan ini terlihat dari gol-gol terakhir ke gawang mereka. Namun mereka bisa menciptakan masalah sejauh bisa mempertahankan permainan,” imbuhnya.

“Sulit bermain dengan baik jika harus melakukan banyak perubahan pemain. Lihat saja Tiemoue Bakayoko, yang harus berjuang keras pada awal musim karena dia tak bermain reguler. Kini pemain lainnya juga mengalami hal serupa,” imbuh mantan gelandang Milan ini.

“Kemenangan hari ini sangat penting. Kami bereaksi dengan baik setelah tertinggal 1-2, karena tim tak mau menerima hasil ini. Kami berupaya keras. Saya tahu kami harus berjuang keras malam ini,” paparnya.

“Saya suka Jose Mauri dan berpikir untuk menurunkannya sejak awal. Namun perubahan tiga dari empat pemain tengah sepertinya memang berlebihan. Sungguh disayangkan gan kami mengejek Andrea Bertolacci, karena kami butuh semua pemain.”

Milan menghasilkan lima gol dan dua di antaranya dicetak pemain Dudelange (bunuh diri), namun tak satu pun dicetak oleh striker andalan Milan Gonzalo Higuain. Penyerang asal Argentina ini dihukum dua kali tak boleh tampil namun itu hanya berlaku di ajang Serie A.

“Saya pikir masalah punggung mengganggunya. Dia tak mengatakan apapun, namun saya merasakan hal itu. Dia hidup untuk mencetak gol dan bermain sambil menahan sakit,” kata Gattuso lagi.

Cutrone mencetak gol keempatnya dalam empat laga di Liga Europa. Namun Gattuso mengkritik Alen Halilovic.

“Cutrone terus mencetak gol dan meningkatkan kemampuannya. Dia harus lebih baik dan mempertahankan semangat itu. Tak ada yang bisa meragukan semangatnya, namun tekniknya harus terus diasah,” imbuh Gattuso.

“Saya tak suka dengan pergerakan pemain sayap kami malam ini. Halilovic seharusnya bisa segera melepaskan umpan, bukannya membawa dan menahan bola,” kata Gattuso.



Sumber: Football Italia
CLOSE