Jadi Pahlawan Chelsea, Ini Kata Kepa

Jadi Pahlawan Chelsea, Ini Kata Kepa
Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga bersama Cesar Azpilicueta. ( Foto: AFP )
Jaja Suteja / JAS Jumat, 10 Mei 2019 | 07:51 WIB

London, Beritasatu.com - Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, menegaskan pertengkarannya dengan manajer Maurizio Sarri adalah masa lalu. Namun dia mengaku senang bisa menebus kekalahannya di final Piala Liga dengan menjadi pahlawan lolosnya Chelsea ke final Liga Europa.

Chelsea melaju ke final setelah menundukkan Frankfurt lewat adu penalti dengan skor 4-3 dalam leg kedua semifinal Liga Europa, Kamis (9/5/2019) atau Jumat dini hari WIB. Chelsea akhirnya menang setelah empat penendang penalti mereka Ross Barkley, David Luiz, Jorginho, dan Eden Hazard sukses menunaikan tugasnya. Hanya penendang kedua yang gagal yakni Cesar Azpilicueta.

Sementara di kubu Frankfurt, hanya tiga penendang pertama yang mampu menggetarkan jala gawang Chelsea yakni Sebastian Haller, Luka Jovic, dan Jonathan De Guzman. Sementara penendang keempat dan kelima yakni Martin Hinteregger dan Goncalo Paciencia tak mampu mencetak gol lantaran tendangan mereka digagalkan Kepa. 

Kepa punya pengalaman buruk pada partai final Piala Liga (EFL Cup atau Carabao Cup). Partai melawan Manchester City tersebut diwarnai insiden antara dirinya dengan sang manajer.

Sarri meminta Kepa keluar dari lapangan lantaran cedera. Kiper cadangan Willy Caballero pun telah siap menggantikan. Namun Kepa menolak diganti.

Dalam adu penalti di Stadion Wembley, Chelsea akhirnya menyerah lewat adu penalti. Namun kini dia menebus kesalahan itu. Dia berhasil menggagalkan dua penalti lawan dan Chelsea pun lolos ke final setelah penendang kelima Eden Hazard berhasil memperdaya kiper Kevin Trapp.

"Penalti sedikit dipengaruhi keberuntungan. Kami kalah di final sebelumnya dan kini kami menang. Itulah sepakbola," kata Kepa kepada BT Sport.

"Atmosfernya sungguh luar biasa. Kami bermain melawan lawan yang sulit dan kami senang," ungkap pemain yang direkrut dari Athletic Bilbao ini.

"Kami selalu siap untuk semua pertandingan, semua adu penalti. Namun kami beruntung hari ini," dia menambahkan.

"Partai di Wembley itu masa lalu. Saya belajar. Saya sudah meminta maaf ke semua orang. Kami terus bekerja dan partai hari ini adalah laga yang berbeda. Semifinal lainnya dan kami senang bisa lolos ke final di Baku," ungkapnya.

Tim-tim yang akan berlaga di final Liga Europa dan Liga Champions semua berasal dari Inggris. Di liga Europa Chelsea akan berhadapan dengan Arsenal dan di Liga Champions, Liverpool ditantang Tottenham Hotspur. Ini pertama kalinya dalam sejarah dua kejuaraan final antarklub level Eropa mempertemukan tim-tim dari negara yang sama. 

"Dalam semifinal di Piala Liga kami berhadapan dengan Tottenham Hotspur. Kami menang lewat adu penalti. Kami juga menang hari ini," tambah Kepa.

"Arsenal juga menang?" Maka kami mendapatkan akan final yang hebat. Sebuah derbi London," paparnya.

"Menurut saya, kami menjalani musim yang sedikit sulit namun kami berhasil dua kali ke final dan lolos ke Liga Champions. Ini musim yang bagus. 



Sumber: UEFA