Manajer Chelsea Ungkap Alasan Tak Mau Lihat Adu Penalti

Manajer Chelsea Ungkap Alasan Tak Mau Lihat Adu Penalti
Manajer Chelsea, Maurizio Sarri. ( Foto: AFP )
Jaja Suteja / JAS Jumat, 10 Mei 2019 | 08:52 WIB

London, Beritasatu.com - Maurizio Sarri mengaku tak mau menyaksikan adu penalti antara tim asuhannya Chelsea melawan Frankfurt, di leg kedua semifinal Liga Europa, Kamis (9/5/2019) atau Jumat dini hari WIB. Mantan pelatih Napoli ini pun mengungkapkan alasannya tak mau menyaksikan adu tendangan dari jarak 11 meter itu.

Pada pertandingan di Stadion Stamford Bridge London, Chelsea sebenarnya hanya butuh hasil imbang tanpa gol dalam partai semifinal kedua ini. Mereka berada di atas angin setelah memetik hasil 1-1 di kandang Frankfurt, pekan lalu.

Pendukung tuan rumah kian optimistis mencapai final tanpa harus melalui babak tambahan setelah Ruben Loftus-Cheek membawa Chelsea memimpin pada menit ke-28. Namun suporter Chelsea harus menyaksikan pertandingan yang menegangkan setelah penyerang Frankfurt Luka Jovic mampu menyamakan skor menjadi 1-1 saat babak kedua baru berlangsung tiga menit.

Skor imbang bertahan hingga babak kedua selesai. Wasit Ovidiu Hategan dari Rumania harus melanjutkan laga ke babak tambahan. Namun hingga 2x15 menit usai skor tetap seri 1-1.

Dalam adu penalti, Chelsea akhirnya menang setelah empat penendang penalti mereka Ross Barkley, David Luiz, Jorginho, dan Eden Hazard sukses menunaikan tugasnya. Hanya penendang kedua yang gagal yakni Cesar Azpilicueta.

Sementara di kubu Frankfurt, hanya tiga penendang pertama yang mampu menggetarkan jala gawang Chelsea yakni Sebastian Haller, Luka Jovic, dan Jonathan De Guzman. Sementara penendang keempat dan kelima yakni Martin Hinteregger dan Goncalo Paciencia gagal. Chelsea pun melaju dengan menang adu penalti 4-3.

"Saya tak mau tersiksa," begitu kata Sarri mengungkapkan alasannya tak mau melihat adu penalti. 

Pada partai final di Baku, 29 Mei nanti Chelsea akan bertemu Arsenal. Tim-tim yang akan berlaga di final Liga Europa dan Liga Champions semua berasal dari Inggris. Di liga Europa Chelsea akan berhadapan dengan Arsenal dan di Liga Champions, Liverpool ditantang Tottenham Hotspur. Ini pertama kalinya dalam sejarah dua kejuaraan final antarklub level Eropa mempertemukan tim-tim dari negara yang sama.

Sarri yang baru musim ini berkiprah di Premier League mengaku tak heran dengan keberhasilan tim-tim Inggris melaju ke final dua kejuaraan level Eropa. Meski dia juga mengakui ketatnya jadwal di Inggris membuat tim-tim dari negara ini mengalami kesulitan memasuki akhir musim.

"Di sini (Premier League) levelnya sangatlah tinggi," kata Sarri.

"Untuk bisa lolos ke final Piala Liga, kami harus melawan Liverpool dan Tottenham, dua tim finalis Liga Champions. Lalu kami menghadapi tim terbaik di Eropa, Manchester City," kata Sarri lagi.

"Anda bisa paham di sini levelnya sangat tinggi. Saat ini, Premie League adalah kompetisi terbaik di Eropa dan uga di dunia," paparnya.

"Bukan hal mudah bagi tim Inggris sampai di bulan terakhir kompetisi dalam kondisi yang bagus secara fisik karena kami bermain lebih banyak di banding di negara lain," paparnya.

"Kami memainkan 61 pertandingan. Di Italia Anda bermain maksimal 50 atau 52 pertandingan. Ini tentu perbedaan yang besar. Perbedaan 10 pertandingan tentu perbedaan yang sangat besar," katanya.



Sumber: Goal