Donald Trump Ancam Habisi Taliban
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Donald Trump Ancam Habisi Taliban

Selasa, 30 Januari 2018 | 17:33 WIB
Oleh : Jeanny Aipassa / WIR

Washington - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bersumpah akan melakukan langkah apapun untuk mengalahkan atau menghabisi kelompok militan Taliban di Afghanistan. Trump juga menolak ide perundingan damai dengan kelompok militan tersebut.

Pernyataan itu, disampaikan Trump dalam pertemuan dengan anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Gedung Putih, Washington, Senin (29/1). Pertemuan itu dilakukan untuk menyikapi serangkaian serangan mematikan di Afghanistan yang dilakukan Taliban, akhir-akhir ini.

"Kami akan mendiskusikan langkah apa lagi yang bisa dilakukan untuk mengalahkan Taliban," kata Trump saat jamuan makan siang bersama anggota Dewan Keamanan PBB, Senin.

Dia mengecam kelompok militan itu atas serangkaian pembantaian yang terjadi di Kabul, Afghanistan, akhir-akhir ini. Trump menilai hal itu, menunjukkan militan Taliban tidak tertarik untuk perundingan damai yang telah ditawarkan AS.

"Saya tidak melihat ada proses untuk perundingan damai. Saya tidak berpikir kita siap untuk berunding sekarang ini," ujar Trump.

Dia menjelaskan, langkah tegas harus dilakukan terhadap Taliban, karena mereka tak pernah menggubris seruan damai. Kelompok militan itu, terus melancarkan serangan yang menyebabkan jatuhnya korban tak bersalah.

"Ada pertarungan yang sama sekali berbeda di sana. Mereka membunuh orang kiri dan kanan. Orang-orang yang tidak bersalah terbunuh. Bom di tengah anak-anak, bahkan di tengah keluarga, juga seluruh Afghanistan," kata Trump.

Strategi Baru

Dia menegaskan, AS sedang mempertimbangkan strategi baru untuk mengalahkan Taliban. Perundingan damai, lanjut Trump, kemungkinan akan menjadi solusi jangka panjang.

"Jadi kita tidak ingin berbicara dengan Taliban. Mungkin ada saatnya tapi akan lama. Kami semua keluar dan itu sedang berlangsung sekarang dan ini adalah front yang sama sekali baru dan ini adalah seperangkat prinsip baru yang sedang kita kelola," ujar Trump.

Komentar Trump tersebut menyikapi pemboman yang dilakukan Taliban, melalui sebuah ambulans yang penuh dengan bahan peledak, pada Sabtu (27/1)n di sebuah zona aman di Kabul yang menewaskan 95 orang dan lebih dari 150 lainnya luka-luka.

Seminggu sebelumnnya, Taliban juga melalukan serangan di Intercontinental Hotel di Kabul, di mana orang-orang bersenjata dari sebuah kelompok yang terkait dengan Taliban membunuh 18 orang selama berlangsungnya persidangan 12 jam. Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Ketika kita melihat apa yang mereka lakukan dan kekejaman yang mereka lakukan, dan membunuh orang mereka sendiri, dan orang-orang itu adalah wanita dan anak-anak, banyak, ini mengerikan. Jadi tidak ada yang perlu dibicarakan dengan Taliban. Kami tidak ingin berbicara dengan Taliban," ujarnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lawatan Presiden Jokowi ke Afghanistan Lancar

Lawatan Presiden RI Joko Widodo ke Afghanistan, Senin (29/1), berjalan lancar dan aman di tengah situasi siaga tinggi keamanan akibat serangkaian serangan bom di Kabul.

DUNIA | 30 Januari 2018

Jokowi Terima Penghargaan dari Presiden Afghanistan

Penyematan medali ini merupakan penghormatan kepada Presiden Jokowi atas keteguhan dan keberanian dalam memajukan hubungan bilateral Indonesia-Afghanistan.

DUNIA | 30 Januari 2018

Tiba di Afghanistan, Jokowi Dikawal Ekstra Ketat

Kondisi Afghanistan saat Jokowi tiba sangat mencekam akibat serangan bom yang menewaskan 103 orang.

DUNIA | 29 Januari 2018

Presiden Mendarat di Kabul

Kunjungan Kenegaraan Presiden Jokowi ke Afghanistan adalah yang kedua bagi Presiden Republik Indonesia, setelah kunjungan Presiden Sukarno, pada tahun 1961.

DUNIA | 29 Januari 2018

Amerika Serikat Diserang Epidemi Flu, 37 Anak Meninggal

CDC memperkirakan jumlah korban jiwa secara total, termasuk anak-anak dan orang dewasa, dapat mencapai 50.000 orang

DUNIA | 29 Januari 2018

Kunjungi Kabul, Jokowi Ingin Tunjukkan Perlawanan terhadap Teror

Kunjungan ke Kabul adalah langkah yang superberani, karena negara negara besar lain di dunia justru mengeluarkan travel warning ke Afghanistan

DUNIA | 29 Januari 2018

Indonesia-Bangladesh Perkokoh Kerja Sama Ekonomi

Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Rakyat Bangladesh sepakat memperkokoh kerja sama di bidang ekonomi serta menciptakan peluang kerja sama baru lainnya.

DUNIA | 28 Januari 2018

Presiden Kunjungi Kediaman Sheikh Mujibur Rahman

Presiden mengunjungi kediaman pemimpin Bangladesh pertama Sheikh Mujibur Rahman yang kini berfungsi sebagai Bangabhandu Memorial Museum di Dhaka, Bangladesh.

DUNIA | 28 Januari 2018

Pendiri IKEA Meninggal Dunia

Ingvar Kamprad meninggal dunia dalam usia 91 tahun.

DUNIA | 28 Januari 2018

Sina Weibo Suspend Portal

Sejumlah portal utama Sina Weibo dinilai menyebarkan konten pornografi.

DUNIA | 28 Januari 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS