Aset Sitaan Korupsi di Arab Saudi Rp 1.423 Triliun
INDEX

BISNIS-27 425.322 (12.08)   |   COMPOSITE 4870.04 (100.06)   |   DBX 940.805 (3.04)   |   I-GRADE 127.855 (4.56)   |   IDX30 401.317 (13.58)   |   IDX80 105.56 (3.19)   |   IDXBUMN20 265.398 (11.16)   |   IDXG30 112.997 (3.48)   |   IDXHIDIV20 357.483 (12.54)   |   IDXQ30 117.699 (3.88)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.59)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.6)   |   IDXV30 100.238 (2.07)   |   INFOBANK15 757.481 (24.48)   |   Investor33 352.266 (10.05)   |   ISSI 143.81 (2.89)   |   JII 518.901 (12.87)   |   JII70 176.231 (4.44)   |   KOMPAS100 949.983 (26.08)   |   LQ45 737.154 (23.9)   |   MBX 1342.99 (31.12)   |   MNC36 264.429 (7.79)   |   PEFINDO25 260.033 (3.99)   |   SMInfra18 229.972 (7.95)   |   SRI-KEHATI 296.897 (9.06)   |  

Aset Sitaan Korupsi di Arab Saudi Rp 1.423 Triliun

Rabu, 31 Januari 2018 | 17:26 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Riyadh - Jaksa Agung Arab Saudi, Saud Al-Mojeb, menyatakan bahwa 56 tersangka korupsi saat ini masih berada dalam tahanan dari 381 orang yang ditahan. Al-Mojeb menambahkan total nilai penyelesaian dengan para tersangka mencapai 400 miliar riyal (US$ 106,7 miliar atau Rp 1.423 triliun) dalam bentuk aset-aset mulai termasuk real estate, entitas komersial, sekuritas, dan uang tunai.

Kejaksaan Agung (Kejagung), sebagai bagian dari Komite Tertinggi Anti-Korupsi, lewat pernyataannya menyebutkan para saksi dipanggil untuk bersaksi atau memberikan bukti.

“Kajian berkas kasus terkait mereka yang diduga korupsi telah selesai. Perundingan dan penyelesaian dengan orang-orang yang dikenai tuduhan korupsi telah disimpulkan, dan kasus-kasus ini dikirimkan kepada Kantor Kejaksaan untuk menyelesaikan prosedur yang relevan,” sebut pernyataan Kejagung Saudi.

Pernyataan itu menambahkan, sebagai hasilnya, Kantor Kejaksaan memutuskan untuk membebaskan semua orang yang tidak didapati cukup bukti dan juga membebaskan semua orang yang dengannya pemerintah menerima untuk membuat penyelesaian setelah mereka mengaku tuduhan korupsi atasnya,” sebut pernyataan tersebut.

Kejagung menolak untuk melakukan penyelesaian dengan 56 orang karena adanya kasus pidana lain yang tertunda dan dalam rangka melengkapi proses penyelidikan sebagaimana diperintahkan oleh hukum. Dalam pengumuman sebelumnya, Kejagung menyatakan setelah fase penyelesaian berakhir, pekerjaan komite anti-korupsi akan memasuki fase baru. Ini merujuk kepada para tahanan yang diserahkan ke Kejaksaan.

Kantor Kejaksaan akan memeriksa kasus-kasus yang diacu oleh Komite dan menyelesaikan prosedur hukum melawan mereka, termasuk melanjutkan penyelidikan. Langkah terakhir dalam tahap ini adalah Kejaksaan bisa melepaskan para tersangka saat penyelidikan selesai karena kurangnya bukti atas mereka atau kasus itu tetap diajukan dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Kode Prosedur Pidana menyediakan para tersangka sejumlah hak, termasuk tidak membatasi hak untuk dibantu oleh agen atau pengacara dalam penyelidikan dan tahap persidangan, hak untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang ingin mereka sampaikan mengenai penangkapan tersebut, dan hak untuk tidak ditahan selama lebih dari enam bulan kecuali lewat keputusan pengadilan yang kompeten.

Interogasi yang melibatkan dugaan korupsi telah dilakukan di Hotel Ritz-Carlton, Riyadh, sejak November 2017 sebagai lokasi “penjara mewah” bagi para tahanan. Penangkapan ratusan tersangka korupsi ini adalah upaya Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman untuk mereformasi perekonomian negaranya dan diduga untuk memperkuat kekuasannya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

PM Bangladesh: Kehadiran Rohingya Jadi Beban Negara

Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina menyatakan kehadiran warga Rohingya telah menciptakan tekanan sosial ekonomi yang besar bagi negaranya.

DUNIA | 31 Januari 2018

Presiden Donald Trump Sampaikan Pidato Kenegaraan Perdana

Trump sesumbar dirinya berhasil memangkas birokrasi dan mengumumkan paket infrastruktur senilai US$ 1,5 triliun.

DUNIA | 31 Januari 2018

Banjir dan Longsor Ancam 100.000 Pengungsi Rohingya

Lebih dari 100.000 pengungsi Rohingya yang berada di kamp-kamp kumuh dan berlumpur di Bangladesh berada dalam situasi bahaya.

DUNIA | 30 Januari 2018

Korut Batal Ikut Olimpiade Bersama Korsel

Korea Utara (Korut) telah membatalkan rencana pertunjukan budaya bersama dengan para seniman dari Korea Selatan (Korsel).

DUNIA | 30 Januari 2018

PascaBrexit, Perekonomian Inggris Akan Lebih Buruk

Kondisi perekonomian Inggris diperkirakan akan menjadi lebih buruk setelah resmi meninggalkan Uni Eropa (UE).

DUNIA | 30 Januari 2018

Donald Trump Ancam Habisi Taliban

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bersumpah akan melakukan langkah apapun untuk mengalahkan atau menghabisi kelompok militan Taliban di Afghanistan.

DUNIA | 30 Januari 2018

Lawatan Presiden Jokowi ke Afghanistan Lancar

Lawatan Presiden RI Joko Widodo ke Afghanistan, Senin (29/1), berjalan lancar dan aman di tengah situasi siaga tinggi keamanan akibat serangkaian serangan bom di Kabul.

DUNIA | 30 Januari 2018

Jokowi Terima Penghargaan dari Presiden Afghanistan

Penyematan medali ini merupakan penghormatan kepada Presiden Jokowi atas keteguhan dan keberanian dalam memajukan hubungan bilateral Indonesia-Afghanistan.

DUNIA | 30 Januari 2018

Tiba di Afghanistan, Jokowi Dikawal Ekstra Ketat

Kondisi Afghanistan saat Jokowi tiba sangat mencekam akibat serangan bom yang menewaskan 103 orang.

DUNIA | 29 Januari 2018

Presiden Mendarat di Kabul

Kunjungan Kenegaraan Presiden Jokowi ke Afghanistan adalah yang kedua bagi Presiden Republik Indonesia, setelah kunjungan Presiden Sukarno, pada tahun 1961.

DUNIA | 29 Januari 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS