Was-was Jaringan Komputer Diserang, Trump Umumkan Darurat Nasional
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Was-was Jaringan Komputer Diserang, Trump Umumkan Darurat Nasional

Kamis, 16 Mei 2019 | 09:39 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Washington, Beritasatu.com- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan darurat nasional demi melindungi segenap jaringan komputer AS dari "musuh-musuh asing".

Seperti dilaporkan BBC, Kamis (16/5), pengumuman itu disertai penandatanganan surat perintah presiden yang secara efektif melarang semua perusahaan AS menggunakan jasa telekomunikasi asing yang diyakini menghadirkan risiko keamanan terhadap negara.

Trump tidak menyebut nama perusahaan secara spesifik dalam surat perintah tersebut. Namun, sejumlah analis menduga Trump sejatinya sedang menyasar perusahaan telekomunikasi raksasa Tiongkok, Huawei.

Berbagai negara, termasuk AS, telah mengungkapkan kerisauan mereka bahwa produk-produk perusahaan tersebut dapat dipakai pemerintah Tiongkok untuk memata-matai. Sebaliknya Huawei berkeras produk mereka tidak menimbulkan ancaman.

Menurut pernyataan Gedung Putih, perintah Trump bertujuan "melindungi Amerika dari musuh-musuh asing yang secara aktif terus menciptakan dan mengeksploitasi kerentanan dalam infrastruktur dan layanan informasi serta komunikasi".

Perintah itu memberi kewenangan kepada menteri perdagangan untuk "melarang transaksi yang menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional yang tidak bisa diterima".

Langkah Trump disambut baik Ketua Komisi Komunikasi Federal, Ajit Pai, yang menyebut tindakan tersebut "satu langkah signifikan menuju pengamanan jejaring Amerika".



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Diserang Teroris, 17 Tentara Niger Tewas

Sedikitnya 17 tentara Niger tewas dan 11 tentara lainnya hilang dalam serangan kelompok bersenjata di dekat perbatasan Mali.

DUNIA | 16 Mei 2019

Berdalih Uji Coba, Pria Jerman Bawa Kabur Ferrari Antik

Seorang pria Jerman membawa kabur sedan Ferrari senilai US$ 2,2 juta atau Rp 31,8 miliar dengan dalih uji kendara di Dusseldorf, Jerman.

DUNIA | 16 Mei 2019

Jenderal Venezuela Serukan Militer Kudeta Maduro

Seorang jenderal angkatan udara Venezuela telah menyerukan angkatan bersenjata negaranya untuk bangkit melawan Presiden Nicolas Maduro.

DUNIA | 16 Mei 2019

Remaja Malaysia Tewas Setelah Unggah Poling di Instagram

Seorang remaja perempuan asal Malaysia (16 tahun) dilaporkan tewas bunuh diri setelah mengunggah poling di Instagram.

DUNIA | 15 Mei 2019

Para Ahli dari 40 Negara Gelar Konferensi Keanekaragaman Hayati dan Pegunungan

Konferensi ini digelar bersama oleh Universitas Kaspia Barat dan Lembaga Penelitian Peradaban dan Lansekap Gunung.

DUNIA | 15 Mei 2019

AS Diduga Gunakan Laporan Intelijen Palsu

Amerika Serikat (AS) diduga menggukanan laporan intelijen palsu atau berlebihan tentang ancaman Iran terhadap kepentingan AS di Timur Tengah.

DUNIA | 15 Mei 2019

Ratusan Simbol Seperti Emoji Digunakan di Pemilu India

Ratusan simbol seperti emoji digunakan partai-partai dalam pemilihan umum (Pemilu) India yang digelar secara e-voting (pemungutan suara elektronik).

DUNIA | 15 Mei 2019

Petinggi OIR Bantah Klaim AS tentang Ancaman Iran

Petinggi Operation Inherent Resolve (OIR), membantah klaim Amerika Serikat (AS) tentang ancaman militer Iran yang meningkat di kawasan Timur Tengah.

DUNIA | 15 Mei 2019

PM May Ajukan Voting Brexit Keempat Kalinya

Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, Selasa 914/5/2019), telah mengajukan voting terbaru atas kesepakatan keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit.

DUNIA | 15 Mei 2019

KBRI Belum Verifikasi WNI Terduga Teroris di Malaysia

KBRI di Kuala Lumpur belum memberikan akses konsuler oleh Kepolisian Malaysia untuk melakukan verifikasi terhadap seorang terduga teroris WNI.

DUNIA | 15 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS