Korsel Setujui Bantuan US$ 8 Juta untuk Korut
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.41)   |   COMPOSITE 5126.33 (-19.64)   |   DBX 964.304 (-0.77)   |   I-GRADE 140.573 (-0.45)   |   IDX30 429.149 (-1.96)   |   IDX80 113.629 (-0.3)   |   IDXBUMN20 294.159 (-1.91)   |   IDXG30 119.586 (-0.68)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-2.36)   |   IDXQ30 125.935 (-0.96)   |   IDXSMC-COM 219.954 (0.03)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-0.98)   |   IDXV30 106.718 (0.08)   |   INFOBANK15 842.264 (-3.11)   |   Investor33 375.573 (-1.66)   |   ISSI 150.643 (-0.06)   |   JII 545.954 (0.87)   |   JII70 186.804 (0.16)   |   KOMPAS100 1025.81 (-4.03)   |   LQ45 790.454 (-3.71)   |   MBX 1419.3 (-6.07)   |   MNC36 282.56 (-2.11)   |   PEFINDO25 281.129 (-0.86)   |   SMInfra18 242.071 (-1.26)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.22)   |  

Korsel Setujui Bantuan US$ 8 Juta untuk Korut

Jumat, 7 Juni 2019 | 10:17 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Seoul, Beritasatu.com- Korea Selatan (Korsel) menyetujui US$ 8 juta (Rp114,2 miliar) dalam bantuan kemanusiaan untuk Korea Utara yang miskin pada Rabu (5/6). Bantuan disetujui meskipun negosiasi mengenai persenjataan nuklir Pyongyang menemui jalan buntu dan hubungan antar-Korea terhenti.

Menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), bantuan kemanusiaan ini akan menjadi bantuan pertama yang diberikan Seoul kepada Pyongyang sejak 2015 dan mengikuti rekor panen terendah Korea Utara selama satu dekade.

Donasi yang akan disampaikan melalui PBB, diberikan ketika Presiden Moon Jae-in berusaha untuk menyelamatkan diplomasi antara Pyongyang dan Washington menyusul kegagalan KTT Hanoi. Saat itu, Kim Jong-un dan Donald Trump gagal mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Korea Utara. dan bantuan sanksi.

Sejak itu, Pyongyang sebagian besar memutus kontak dengan Seoul dan Washington, dengan menteri unifikasi Korea Selatan mengatakan pekan ini bahwa dia terakhir berbicara dengan seorang pejabat Korea Utara pada awal Mei.

Kementerian Unifikasi Seoul, yang menangani hubungan antar-Korea, menyatakan pemerintah telah menyetujui rencana untuk menyediakan bantuan dana di tengah kekhawatiran atas "situasi pangan yang memburuk".

Kementerian Unifikasi akan memberikan US$ 4,5 juta untuk Program Pangan Dunia (WFP) untuk membantu mengatasi kekurangan gizi. Bantuan diberikan bersama dengan US$ 3,5 juta untuk UNICEF untuk masalah kesehatan di kalangan anak-anak dan wanita hamil.

Lebih dari 10 juta warga Korea Utara atau 40 persen dari populasi, telah menderita kekurangan makanan. Menurut perkiraan PBB baru-baru ini, jumlah tersebut mirip dengan kondisi tahun-tahun terakhir.

"WFP dan badan-badan internasional lainnya telah meminta bantuan kepada Korea Utara atas dasar kekhawatiran akan memburuknya kondisi di antara kedua negara yang rentan di sana," kata kementerian tersebut.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Uni Afrika Tangguhkan Status Keanggotaan Sudan

Uni Afrika (AU) menangguhkan status keanggotaan Sudan sampai pembentukan pemerintahan sipil, pada Kamis (6/6).

DUNIA | 7 Juni 2019

Putin: Rusia Tak Berniat Kirim Pasukan ke Venezuela

Vladimir Putin mengatakan pada Kamis (6/6) bahwa Moskwa tidak memiliki rencana untuk mengirim pasukan untuk mendukung pemimpin Venezuela yang diperangi, Nicolas Maduro.

DUNIA | 7 Juni 2019

Venezuela Kehilangan Emas Jaminan Senilai US$ 1,4 Miliar

Citibank dan Deutsche Bank telah menguasai sekitar US$ 1,4 miliar emas pemerintah Venezuela, yang mereka terima sebagai jaminan pinjaman.

DUNIA | 7 Juni 2019

Huawei Akan Bangun Jaringan 5G Rusia

Perusahaan teknologi Tiongkok, Huawei telah membuat kesepakatan untuk membangun jaringan nirkabel 5G pertama di Rusia.

DUNIA | 7 Juni 2019

Kasus Campak di AS Catat Rekor Tertinggi

Jumlah kasus campak menjadi yang tertinggi sejak 1992 lalu.

DUNIA | 6 Juni 2019

Lagi, Pejabat FIFA Ditahan karena Diduga Korupsi

Sekjen CAF Amr Fahmy menuduh Ahmad menyuap asosiasi-asosiasi sepakbola dan menyalahgunakan uang ratusan ribu dolar.

DUNIA | 6 Juni 2019

Rusia Buka Layanan Kereta Wisata ke Kutub Utara

Kereta yang diberi nama Zarengold ini, dilengkapi dengan dua gerbong restoran.

DUNIA | 6 Juni 2019

IMF Sebut Perang Dagang AS-Tiongkok Rugikan Ekonomi Global

Perang dagang AS dan Tiongkok bisa memangkas pertumbuhan ekonomi dunia tahun depan.

DUNIA | 6 Juni 2019

Tiongkok Siapkan Pelarangan Ekspor Mineral Langka ke AS

Tiongkok merupakan pemasok terbesar bahan mineral langka atau rare earth.

DUNIA | 6 Juni 2019

Oposisi Sudan Tolak Tawaran Berunding

Aktivis oposisi Sudan telah menolak tawaran pembicaraan dari dewan militer negara itu.

DUNIA | 6 Juni 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS