Untuk Lindungi Hutan, Sri Lanka Larang Gergaji Mesin
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Untuk Lindungi Hutan, Sri Lanka Larang Gergaji Mesin

Sabtu, 8 Juni 2019 | 07:46 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kolombo, Beritasatu.com- Sri Lanka akan melarang impor gergaji mesin dan menutup pabrik kayu dalam waktu lima tahun untuk melindungi hutan. Pada Jumat (7/6), pengumuman itu disampaikan kantor Presiden Maithripala Sirisena.

Sirisena menyoroti tekadnya untuk memberantas pembalakan liar dan meningkatkan jumlah wilayah yang dikhususkan untuk hutan pada konferensi lingkungan.

"Saya telah menginstruksikan para pejabat untuk melarang impor mesin gergaji dan pisau mulai minggu depan," kata Sirisena pada konferensi Kamis, di kantornya.

Empat bulan lalu, Sirisena memaksa semua pengguna untuk mendaftarkan gergaji kepada polisi dan 82.000 unit dicatat dalam waktu tiga minggu.

Presiden, yang juga menteri lingkungan hidup, tidak mengatakan apakah dia akan benar-benar melarang mesin yang sudah digunakan. Tetapi tukang kayu dan penebang kayu akan memiliki lima tahun untuk menutup pabrik kayu dan mencari pekerjaan pengganti.

Sirisena mengatakan telah terjadi deforestasi yang cepat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tidak memberikan angka apapun. Namun dia mengatakan langkah-langkah baru itu bertujuan meningkatkan wilayah hutan negara itu menjadi 32% dari tanahnya dalam satu dekade dari 28% sekarang.

Masa jabatan Sirisena berakhir pada Januari 2020, tetapi ia telah mengindikasikan akan mencalonkan kembali.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PBB: Empat Juta Warga Venezuela Eksodus ke Luar Negeri

Empat juta orang asal Venezuela telah eksodus meninggalkan negara mereka yang dilanda krisis ekonomi dan kemanusiaan.

DUNIA | 8 Juni 2019

Dubes RI di Korut Hadirkan Suasana Lebaran ala Indonesia

Para dubes negara lain yang hadir antara lain dari Palestina, Suriah, Iran, dan perwakilan Kedubes Nigeria di Pyongyang.

DUNIA | 7 Juni 2019

PM May Secara Resmi Mundur dari Ketua Partai Konservatif Inggris

May akan menjabat PM sementara sampai penggantinya ditetapkan.

DUNIA | 7 Juni 2019

Korsel Setujui Bantuan US$ 8 Juta untuk Korut

Korea Selatan (Korsel) menyetujui US$ 8 juta (Rp114,2 miliar) dalam bantuan kemanusiaan untuk Korea Utara yang miskin pada Rabu (5/6).

DUNIA | 7 Juni 2019

Uni Afrika Tangguhkan Status Keanggotaan Sudan

Uni Afrika (AU) menangguhkan status keanggotaan Sudan sampai pembentukan pemerintahan sipil, pada Kamis (6/6).

DUNIA | 7 Juni 2019

Putin: Rusia Tak Berniat Kirim Pasukan ke Venezuela

Vladimir Putin mengatakan pada Kamis (6/6) bahwa Moskwa tidak memiliki rencana untuk mengirim pasukan untuk mendukung pemimpin Venezuela yang diperangi, Nicolas Maduro.

DUNIA | 7 Juni 2019

Venezuela Kehilangan Emas Jaminan Senilai US$ 1,4 Miliar

Citibank dan Deutsche Bank telah menguasai sekitar US$ 1,4 miliar emas pemerintah Venezuela, yang mereka terima sebagai jaminan pinjaman.

DUNIA | 7 Juni 2019

Huawei Akan Bangun Jaringan 5G Rusia

Perusahaan teknologi Tiongkok, Huawei telah membuat kesepakatan untuk membangun jaringan nirkabel 5G pertama di Rusia.

DUNIA | 7 Juni 2019

Kasus Campak di AS Catat Rekor Tertinggi

Jumlah kasus campak menjadi yang tertinggi sejak 1992 lalu.

DUNIA | 6 Juni 2019

Lagi, Pejabat FIFA Ditahan karena Diduga Korupsi

Sekjen CAF Amr Fahmy menuduh Ahmad menyuap asosiasi-asosiasi sepakbola dan menyalahgunakan uang ratusan ribu dolar.

DUNIA | 6 Juni 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS