Polusi Udara Membunuh 100.000 Anak India per Tahun
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Polusi Udara Membunuh 100.000 Anak India per Tahun

Sabtu, 8 Juni 2019 | 09:39 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New Delhi, Beritasatu.com- Udara berbahaya yang menggantung di kota-kota di India telah membunuh lebih dari 100.000 anak di bawah usia lima tahun setiap tahun. Hal itu terungkap dari studi yang dipublikasikan pada Rabu (5/6) untuk Hari Lingkungan Hidup Sedunia ditemukan.

India telah berulang kali gagal mengatasi masalah lingkungan. Tahun lalu, satu laporan PBB menemukan 14 dari 15 kota paling tercemar di dunia berada India.

Meskipun ada seruan untuk bertindak melawan polusi di seluruh dunia, politisi India sebagian besar mengesampingkan masalah ini dalam pemilihan terakhir.

Laporan Negara Lingkungan India (SoE) menemukan polusi udara bertanggung jawab atas 12,5% dari semua kematian di negara itu. Kondisi ini menggambarkan gambaran suram dari catatan lingkungan pemerintah India baru-baru ini.

Dilakukan oleh Pusat Sains dan Lingkungan (CSE), laporan itu juga menemukan 86% aliran air India "sangat tercemar". Laporan juga menyebut kemajuan negara dalam energi terbarukan itu "suram".

Tetapi Perdana Menteri Narendra Modi yang baru-baru ini terpilih kembali, hampir tidak menyebutkan ide apapun soal perubahan iklim dalam kampanye. Dia malah membuat kicauan Twitter untuk menarik orang-orang agar "hidup selaras dengan alam" pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

"Kami telah dibesarkan dalam satu tradisi, di mana alam setara dengan Tuhan. Di mana kesucian alam bermakna dan di mana perlindungan alam setara dengan manusia," kata Modi.

Pada lalu, India memiliki 280.000 kendaraan listrik. Tetapi jumlah itu sebagian kecil dari target 15-16 juta pada tahun 2020.

"Emisi gas rumah kaca India naik lebih dari 20% antara 2010 dan 2014, sedangkan gas alam dan pembangkit listrik tenaga airnya berada dalam kondisi berantakan," bunyi laporan itu.

Laporan tersebut mendapati pembangkit listrik berbasis gas beroperasi pada 24% dari kapasitasnya, dan proyek pembangkit listrik tenaga air hanya berjalan 19%.

"Kemajuan negara dalam energi terbarukan pada 2018-1919 juga suram," kata CSE.

India juga mencatat kenaikan 56% dalam jumlah industri yang menghasilkan limbah berbahaya antara 2009 dan 2016-2017, sementara jumlah industri dengan polusi tinggi melonjak 136% antara 2011 dan 2018.

India diproyeksikan menambah 416 juta penduduk kota dan kota ke populasi perkotaan dunia pada tahun 2050.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Xi Jinping Terima Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Rusia

Presiden Tiongkok Xi Jinping dianugerahi gelar doktor kehormatan dari Universitas Negeri St. Petersburg Rusia pada Kamis (6/6).

DUNIA | 8 Juni 2019

Untuk Lindungi Hutan, Sri Lanka Larang Gergaji Mesin

Sri Lanka akan melarang impor gergaji mesin dan menutup pabrik kayu dalam waktu lima tahun untuk melindungi hutan.

DUNIA | 8 Juni 2019

PBB: Empat Juta Warga Venezuela Eksodus ke Luar Negeri

Empat juta orang asal Venezuela telah eksodus meninggalkan negara mereka yang dilanda krisis ekonomi dan kemanusiaan.

DUNIA | 8 Juni 2019

Dubes RI di Korut Hadirkan Suasana Lebaran ala Indonesia

Para dubes negara lain yang hadir antara lain dari Palestina, Suriah, Iran, dan perwakilan Kedubes Nigeria di Pyongyang.

DUNIA | 7 Juni 2019

PM May Secara Resmi Mundur dari Ketua Partai Konservatif Inggris

May akan menjabat PM sementara sampai penggantinya ditetapkan.

DUNIA | 7 Juni 2019

Korsel Setujui Bantuan US$ 8 Juta untuk Korut

Korea Selatan (Korsel) menyetujui US$ 8 juta (Rp114,2 miliar) dalam bantuan kemanusiaan untuk Korea Utara yang miskin pada Rabu (5/6).

DUNIA | 7 Juni 2019

Uni Afrika Tangguhkan Status Keanggotaan Sudan

Uni Afrika (AU) menangguhkan status keanggotaan Sudan sampai pembentukan pemerintahan sipil, pada Kamis (6/6).

DUNIA | 7 Juni 2019

Putin: Rusia Tak Berniat Kirim Pasukan ke Venezuela

Vladimir Putin mengatakan pada Kamis (6/6) bahwa Moskwa tidak memiliki rencana untuk mengirim pasukan untuk mendukung pemimpin Venezuela yang diperangi, Nicolas Maduro.

DUNIA | 7 Juni 2019

Venezuela Kehilangan Emas Jaminan Senilai US$ 1,4 Miliar

Citibank dan Deutsche Bank telah menguasai sekitar US$ 1,4 miliar emas pemerintah Venezuela, yang mereka terima sebagai jaminan pinjaman.

DUNIA | 7 Juni 2019

Huawei Akan Bangun Jaringan 5G Rusia

Perusahaan teknologi Tiongkok, Huawei telah membuat kesepakatan untuk membangun jaringan nirkabel 5G pertama di Rusia.

DUNIA | 7 Juni 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS