PBB Serukan Investigasi Transparan Kematian Morsi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

PBB Serukan Investigasi Transparan Kematian Morsi

Kamis, 20 Juni 2019 | 09:21 WIB
Oleh : Jeanny Aipassa / WIR

Jenewa, Beritasatu.com- Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (Office of the United Nations High Commissioner for Human Right/OHCHR), Selasa (18/6), menyerukan penyelidikan segera terkait kematian mantan presiden Mesir, Mohamed Morsi.

OHCHR menyatakan, penyelidikan harus dilakukan "menyeluruh dan transparan" termasuk untuk semua aspek perawatan Morsi selama hampir enam tahun dipenjara.

"Penyelidikan harus dilakukan oleh pengadilan atau otoritas kompeten lainnya yang independen dan diberi mandat untuk melakukan investigasi yang cepat, tidak memihak, dan efektif mengenai keadaan dan penyebab kematiannya (Mohamed Morsi, Red)," kata juru bicara OHCHR, Rupert Colville, dalam pernyataan resmi, di Jenewa, Selasa.

Menurut dia, investigasi menyeluruh perlu dilakukan mengingat ada dugaan pengabaian terhadap kondisi kesehatan Morsi dan perawatan selama masa penahanannya.

Morsi dilaporkan menderita sejumlah penyakit, seperti hipertensi dan gangguan ginjal. Pihak keluarga dan aktivis menduga Morsi tidak mendapat akses perawatan medis yang memadai selama di tahanan.

"Kekhawatiran telah dikemukakan mengenai kondisi kesehatan Morsi saat dipenjara, termasuk akses ke perawatan medis, serta akses yang memadai ke pengacara dan keluarganya," ujar Colville.

Badan-badan HAM, Amnesty International dan Human Rights Watch (HRW) juga menyerukan penyelidikan yang kredibel atas dan menuding pemerintah Mesir bertanggung jawab atas kematian Morsi.

"Pemerintah Mesir hari ini memikul tanggung jawab atas kematian Morsi, mengingat kegagalan mereka untuk memberinya perawatan medis yang memadai atau hak-hak dasar sebagai tahanan," bunyi pernyataan HRW.

Perlakuan Buruk

Tak hanya itu, HRW bahkan mengutuk Pemerintah Mesir terkait kematian Morsi yang menurut mereka sudah dapat diprediksi karena perlakuan yang buruk terhadapnya selama di tahanan.

"Pemerintah Mesir telah mengetahui dengan sangat jelas tentang kondisi medisnya yang menurun. Dia telah kehilangan banyak berat badan, dia pingsan di pengadilan beberapa kali dan ditahan di sel isolasi hampir sepanjang waktu. Dia berada di penjara dan diperlakukan lebih buruk daripada kondisi yang sudah mengerikan bagi para tahanan Mesir," kata Sarah Leah Whitson, Direktur Eksekutif Divisi HRW di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Morsi meninggal pada Senin (17/6), saat menghadiri persidangan kasus spionase yang didakwakan terhadapnya. Dia terjatuh di ruang sidang dan pingsan kemudian dilarikan ke rumah sakit namun tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kerja Sama Kehutanan RI– Korsel Akan Libatkan Kaum Milenial

Sudah saatnya melibatkan kaum milenial dan memanfaatkan ketenaran K-Pop untuk menarik minat genersi muda menjaga hutan dan lingkungan.

DUNIA | 19 Juni 2019

Diduga Terkait Suap PD 2022, Michel Platini Ditahan

Platini ditahan penyelidik antikorupsi Prancis karena diduga terlibat skandal suap Piala Dunia 2022 di Qatar.

DUNIA | 18 Juni 2019

Gempa Magnitude 6,0 Sichuan Telan Belasan Korban

Gempa magnitude 6,0 telah menelan belasan korban jiwa

DUNIA | 18 Juni 2019

Kematian Morsi Picu Reaksi Dunia

Reaksi internasional menyusul berita kematian mantan presiden Mesir Mohamed Morsi.

DUNIA | 18 Juni 2019

Tragis, Mantan Presiden Mesir Meninggal saat Sidang Pengadilan

Tragis, mantan presiden Mesir Mohammed Morsi mendadak pingsan di ruang sidang lalu meninggal dunia.

DUNIA | 18 Juni 2019

Festival Indonesia Kembali Digelar di Rusia

Festival Indonesia merupakan ajang promosi perdagangan, investasi, pariwisata dan seni budaya terpadu sebagai bagian diplomasi ekonomi Indonesia di Rusia.

DUNIA | 17 Juni 2019

Mayor Inf Alzaki Terima Penghargaan US Army CGSC

Mayor Inf Alzaki merupakan perwira siswa Indonesia pertama yang memperoleh Award di US Army CGSC sejak dimulainya pengiriman siswa Seskoad ke US Army.

NASIONAL | 17 Juni 2019

Senat AS Dorong Evaluasi Otonomi Khusus Hong Kong

Senat Amerika Serikat mendorong pemerintah mengevaluasi dan mengeluarkan sertifikat otonomi khusus untuk Hong Kong, untuk mengantisipasi RUU Ekstradisi.

DUNIA | 14 Juni 2019

Soal Serangan Kapal Tanker, Iran Batah Tuduhan AS

Iran secara tegas menolak tuduhan Amerika Serikat (AS) terkait kerusakan pada dua kapal tanker di Teluk Oman, akibat serangan misterius, pada Kamis (13/6/2019).

DUNIA | 14 Juni 2019

Inggris Minta Otoritas Hong Kong Dengar Tuntutan Rakyat

Pemerintah Inggris meminta Pemerintah Hong Kong untuk mendengar tuntutan rakyat yang menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi.

DUNIA | 14 Juni 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS