AS, Paling Banyak Sumbang Sampah Dunia
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

AS, Paling Banyak Sumbang Sampah Dunia

Sabtu, 6 Juli 2019 | 21:11 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Paris, Beritasatu.com- Amerika Serikat (AS) menjadi negara yang paling banyak menyumbang sampah di dunia. Menurut satu studi baru mengenai tren sampah global yang diterbitkan Verisk Maplecroft Rabu (3/7), warga dan bisnis AS menghasilkan jauh lebih banyak sampah per kapita daripada porsi yang sewajarnya.

Data gabungan sampah, plastik, makanan, dan limbah berbahaya dari 194 negara menunjukkan bahwa dunia sekarang menghasilkan rata-rata 2,1 miliar ton sampah setiap tahun. Jumlah itu cukup untuk mengisi lebih dari 820.000 kolam renang berukuran Olimpiade.

Menurut perusahaan manajemen risiko Verisk Maplecroft, hanya 16% dari sampah sebanyak 323 juta ton yang bisa didaur ulang, sementara 950 juta ton sisanya "tidak berkelanjutan" dibuang.

Dengan rata-rata 773 kilogram per kepala, AS menghasilkan sekitar 12% dari limbah padat kota global, atau sekitar 239 juta ton per tahun. Jumlah itu lebih banyak tiga kali lipat rata-rata global dan lebih dari tujuh kali lipat dari Ethiopia, negara yang paling banyak membuang sampah.

Selain itu, konsumsi AS yang tak terpuaskan tidak sebanding dengan kapasitas daur ulangnya. Dengan kapasitas 35% saja, AS berada di peringkat salah satu yang terburuk di antara negara maju untuk didaur ulang, dan jauh di belakang negara-negara seperti Jerman, yang dapat mendaur ulang 68% limbahnya.

Penulis laporan itu juga memperingatkan bahwa larangan impor limbah padat baru-baru ini atau yang akan datang oleh sejumlah importir Asia, termasuk Tiongkok, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Larangan tersebut dapat mempersulit produsen limbah besar untuk mengelola masalah yang semakin besar.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tornado Landa Tiongkok, 6 Orang Tewas

Sedikitnya 6 orang tewas dan 190 orang lainnya luka-luka setelah tornado melanda Kota Kaiyuan, Provinsi Liaoning, di timur laut Tiongkok, pada Rabu (3/7).

DUNIA | 6 Juli 2019

Dua Gempa Besar Hantam California

Ada 10 persen kemungkinan gempa hari Jumat akan diikuti oleh gempa yang lebih besar pekan depan.

DUNIA | 6 Juli 2019

Antisipasi Bom Bunuh Diri, Tunisia Larang Penutup Wajah Wanita

Pemerintah Tunisia hari Jumat (5/7) mengeluarkan larangan pemakaian niqab - pakaian wanita yang menutupi seluruh tubuh kecuali mata.

DUNIA | 6 Juli 2019

Pengunjung Terracotta di Tiongkok Akan Dibatasi

Pengelola Museum Terracotta di Tiongkok akan membatasi pengunjung sebanyak 65.000 orang setiap harinya guna melindungi penurunan kualitas patung-patung di sana.

DUNIA | 6 Juli 2019

Kapal Asal Libia Tenggelam, 83 Migran Tewas

Kapal asal Libia yang membawa 86 migran tenggelam di Laut Tengah (Mediterania), dan menewaskan 83 migran.

DUNIA | 5 Juli 2019

Perubahan Iklim, Pemerintah dan Perusahaan di 28 Negara Digugat

Institute Grantham and London School of Economics, Kamis (4/7/2019), melaporkan pemerintah dan perusahaan di 28 negara digugat terkait perubahan iklim.

DUNIA | 5 Juli 2019

Rayakan HUT Kemerdekaan, 50 Juta Warga AS Berlibur

Hampir 50 juta warga Amerika Serikat (AS) merayakan HUT Kemerdekaan 4 Juli atau dikenal dengan istilah "Fourth of July", dengan berlibur.

DUNIA | 5 Juli 2019

Nicki Minaj Akan Gelar Konser di Arab Saudi

Rapper Amerika Serikat (AS) Nicki Minaj akan tampil di Arab Saudi pada 18 Juli 2019.

DUNIA | 4 Juli 2019

Korban Boeing 737 MAX 8 Akan Dapat Santunan US$ 100 Juta

Produsen pesawat, Boeing akan membayar santunan US$ 100 juta (Rp 1,41 triliun) untuk membantu para keluarga dan komunitas keluarga korban yang meninggal dalam dua kecelakaan pesawat 737 MAX pada tahun 2018.

DUNIA | 4 Juli 2019

Tiongkok dan Inggris Perang Kata-kata Soal Hong Kong

Tiongkok secara terbuka mendesak Inggris untuk menahan diri dari campur tangan lebih lanjut atas masalah Hong Kong.

DUNIA | 4 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS